Light Dark

Dinkes Kabupaten Sukabumi Target Vaksinasi Covid-19 Selesai Tahun Depan

Sehat | 08 Apr 2021, 19:07 WIB
Vaksinasi pegawai DPKUKM Kabupaten Sukabumi. Dinkes Kabupaten Sukabumi berharap sasaran vaksinasi Covid-19 bisa selesai sesuai target nasional, yakni di tahun 2022 mendatang. | SU/Riza

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi berharap sasaran vaksinasi Covid-19 bisa selesai sesuai target nasional, yakni di tahun 2022 mendatang, baru selanjutnya bisa menyasar ke masyarakat umum.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman memaparkan, berdasarkan update capaian vaksinasi tertanggal 7 April 2021, sasaran vaksinasi Covid-19 total 430.157 terdiri dari 5.905 nakes, 139.942 publik dan 284.310 lansia.

Baca Juga :

"Vaksin yang dikirim dari pusat ke kita itu baru sekitar 24 persen dari jumlah sasaran kita. Jawa Barat inginnya vaksinasi selesai Desember tahun ini. Tapi kalau pusat tahun 2022," kata Andi saat diwawancarai sukabumiupdate.com, di Gedung Pendopo Sukabumi, Rabu siang. 

"Bicara soal target, beberapa kabupaten/kota lain ada yang lebih didulukan daripada kita. Otomatis target akan lebih dulu mereka (kabupaten/kota lain)," imbuhnya. 

Dikutip dari update data vaksinasi terbaru yang dirilis Dinkes Kabupaten Sukabumi, hingga kini capaian target vaksinasi total baru 26,36 persen atau 113.400 dosis (dosis 1 dan 2), dengan total pemakaian vaksin mencapai 55 persen atau 62.344 pemakaian.

photoUpdate capaian vaksinasi Dinkes Kabupaten Sukabumi per 7 April 2021. - (Istimewa)

Andi Rahman memaparkan, ada beberapa kondisi saat ini yang cukup menjadi kendala. Seperti data yang berubah-ubah, alokasi vaksin yang terbatas, kebijakan yang berubah-ubah, hingga berpengaruh pada penganggaran.

"Kita harapkan target selesai untuk sasaran prioritas dulu, mengingat vaksin yang terbatas. Seperti nakes, pelayan publik, dan lansia. Sebelum nantinya menyasar ke masyarakat umum. Namun pada akhirnya nanti akan kembali lagi, tergantung pusat. Karena vaksin dari pusat, data pun dari KPCPEN," pungkas Andi.

Image

Admin SUpdate

Image

Herlan Heryadie

Redaktur