Light Dark

Akses Kadudampit Hingga Sukalarang, Bupati Sukabumi Ungkap Alasan dan Target

Sukabumi | 07 Apr 2021, 19:22 WIB
Bupati Sukabumi Marwan Hamami menargetkan pembangunan Jalur Lingkar Utara atau Jalur Sutra (Sukabumi Utara) penghubung Kadudampit - Sukalarang mulai dilaksanakan rentang bulan Mei-Juni 2021 dan rampung pada tahun 2023 mendatang. | SU/Herlan Heryadie

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami menargetkan pembangunan Jalur Lingkar Utara atau Jalur Sutra (Sukabumi Utara) penghubung Kadudampit - Sukalarang mulai dilaksanakan rentang bulan Mei-Juni 2021 dan rampung pada tahun 2023 mendatang.

Marwan menyebutkan, sampai kini tahapan masih dalam pembahasan dengan pihak konsultan untuk merumuskan tata ruang terbaik. Detail Engineering Design atau DED pun sudah dibuat.


Advertisement

"Jadi jalan Kadudampit, tembus Selabintana. Jalan alternatif lintasan pariwisata. Jadi nanti kalau ke Kadudampit macet, bisa lewat Selabintana," kata Marwan saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Rabu, 7 April 2021 di Gedung Pendopo Sukabumi.

Baca Juga :

Rencananya, panjang jalan yang akan dibangun berkisar 26-28 kilometer, membentang dari Kadudampit ke Selabintana hingga tembus Sukalarang, perbatasan Cianjur.

"Kalau keseluruhan itu 26 kilometer. Tergantung nanti survei lanjutan, akan kita sesuaikan. Rencana besarnya sampai perbatasan Cianjur. Tapi saya realistis saja, dalam dua tahun ini sudah harus beres sampai Selabintana dulu. Setengahnya itu," imbuh Marwan.


Advertisement

Diberitakan sebelumnya, dalam proses pembangunannya nanti di Jalur Sutra, pemerintah juga akan membangun jembatan dengan konsep yang sudah disiapkan, bertempat di kawasan Cinumpang, Kecamatan Kadudampit.

photoPemkab Sukabumi akan memulai pembangunan akses utara dari Kadudampit menuju Sukalarang pada Juni 2021 - (google maps)

"Menggunakan anggaran dari APBD II. Sekarang sudah kita minta bantuan kepada Pak Gubernur, mudah-mudahan Pak Gubernur bisa menghibahkan untuk pembukaan jalan. Anggaran keseluruhan belum tahu, tapi kalau untuk jembatan kurang lebih di kisaran Rp 25 miliar, dan itu jalan pasti digedein," katanya lagi.

Dengan dibangunnya infrastruktur tersebut, Marwan berharap perekonomian masyarakat juga bisa semakin meningkat. "Kita akan dorong masyarakat petani untuk tidak menjual mentah saja, tapi olahan juga akan kita dorong. Terus petani tidak harus jual lagi ke tengkulak, mereka jual saja sendiri. Keuntungannya bisa penuh. Insya Allah, saya mah selalu optimis," tandas Marwan.

Image

Admin SUpdate

Image

Herlan Heryadie