Light Dark

Bos Twitter Jack Dorsey Menjual Tweet Pertamanya Seharga Rp 41,7 Miliar

Aplikasi | 23 Mar 2021, 04:18 WIB
Bos Twitter Jack Dorsey menjual tweet pertamanya. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Bos Twitter Jack Dorsey menjual tweet pertamanya sebagai non-fungible token (NFT) atau sejenis aset digital unik dengan harga USD 2,9 juta atau sekira Rp 41,7 miliar.

Tweet atau cuitan pertama Dorsey ini berbunyi "baru saja menyiapkan twttr saya", dibuat pada 21 Maret 2006. Cuitan tersebut dibuat NFT dengan tanda tangan digital berbasis blockchain yang berfungsi sebagai buku besar publik dan memungkinkan siapapun memverifikasi keaslian dan kepemilikan aset.

Tweet pertama Dorsey itu dijual melalui lelang pada platform Valueables, milik perusahaan Cent yang berbasis di Amerika Serikat.

Cameron Hejazi, Bos dan salah satu pendiri Cent mengatakan Tweet Dorsey dibeli menggunakan cryptocurrency Ether yang bernilai USD 2.915.837,47 pada saat penjualan. Pembelinya adalah Sina Estavi. 

Dalam profil Twitter miliknya @sinaEstavi, Estavi mengatakan ia berbasis di Malaysia dan merupakan Bos perusahaan blockchain Bridge Oracle. Ketika dimintai komentar soal pembelian itu oleh Reuters, ia mengucapkan terima kasih.

"Ini bukan hanya tweet! Saya pikir bertahun-tahun kemudian orang akan menyadari nilai sebenarnya dari tweet ini, seperti lukisan Mona Lisa," tulis Estavi.

Baca Juga :

photoTangkapan layar cuitan pembeli tweet Bos Twitter Jack Dorsey, Sina Estavi. - (Twitter/@sinaEstavi)

Pada 6 Maret 2021, Dorsey men-tweet tautan ke situs web tempat NFT terdaftar untuk dijual. Dorsey, yang juga penggemar bitcoin, pada 9 Maret mengubah pembayaran lelang cuitan pertamanya menjadi bitcoin.

Ia akan menyumbangkan hasil lelang tersebut kepada orang-orang yang terkena dampak Pandemi Covid-19 di Afrika.

Dorsey menerima 95 persen dari hasil penjualan dan Cent mengutip lima persen. Nilai tweet pertama Dorsey akan terus naik, namun bukan tidak mungkin akan turun. Tetapi cuitan itu akan tetap ada dalam buku besar dan riwayat.

Image

Teguh Setiawan

Reporter

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur