Light Dark

Gelombang Pasang, Warung Pesisir Pantai Citepus Sukabumi Diterjang Ombak

Sukabumi | 28 Feb 2021, 15:09 WIB
Sejumlah warung di pesisir pantai Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diterjang ombak dari gelombang pasang yang terjadi pada Minggu (28/2/2021) malam sekira pukul 20.30 WIB. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah warung di pesisir pantai Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diterjang ombak dari gelombang pasang yang terjadi pada Minggu (28/2/2021) malam sekira pukul 20.30 WIB.

Pembina Balawista Kabupaten Sukabumi Asep Edom Saepuloh mengatakan, ombak menerjang barang-barang milik pedagang di warung pinggir pantai. Meja, kursi, dan barang-barang lain sempat berhamburan.

Baca Juga :

"Sejauh ini belum ada dampak kerusakan parah terhadap fasilitas dan warung warga di pesisir pantai," ujarnya kepada sukabumiupdate.com.

Asep Edom mengaku saat itu juga langsung melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama yang ada di pesisir pantai untuk tetap waspada.

"Sudah diimbau kepada masyarakat pesisir pantai. Diprediksi puncak tinggi gelombang bisa mencapai 4 meter. Bisa naik karena di pesisir pantai Citepus ini tidak ada tanggul penahan ombak," lanjutnya.

photoSejumlah warung di pesisir pantai Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diterjang ombak dari gelombang pasang yang terjadi pada Minggu (28/2/2021) malam sekira pukul 20.30 WIB. - (Istimewa)

Asep Edom menyebutkan ada sekitar 100 warung warga yang terdampak, khususnya di sepanjang pesisir pantai Citepus Kebon Kalapa hingga Katapang Condong. Meski dampaknya tidak terlalu parah.

"Mudah mudahan tidak ada dampak yang lebih parah. Saat ini hanya kursi dan meja yang kena ombak, tapi tidak sampai menimbulkan kerusakan," terangnya.

Ingat Pesan Ibu: Wajib 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta aktivitas di luar rumah). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di setiap kegiatan.

Image

Nandi

Reporter

Image

Herlan Heryadie

Redaktur