Light Dark

Ada di Balikpapan, Ibu dan Anak Asal Sukabumi yang Hilang Pamit ke Timezone

Sukabumi | 06 Aug 2022, 18:53 WIB
(Foto Ilustrasi) RDW (27 tahun) dan anaknya ADW (3 tahun) kembali ke keluarganya di Sukabumi, setelah dijemput sang adik di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, 5 Agustus 2022. | Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com - RDW (27 tahun) dan anaknya ADW (3 tahun) kembali ke keluarganya di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, setelah dijemput sang adik di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, 5 Agustus 2022. Ibu dan anak ini sebelumnya dinyatakan hilang sejak 18 Juni 2022.

RDW dan ADW adalah warga Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang pada 18 Juni 2022 pamit ke keluarga untuk pergi ke Timezone di Citimall Kota Sukabumi. Sejak itu tak ada kabar soal keberadaan keduanya sehingga membuat keluarga panik dan melapor ke Polsek Sukaraja.


Advertisement

Keluarga cemas lantaran nomor handphone RDW tidak aktif dan tak ada kabar hingga satu bulan lebih sejak dinyatakan hilang pada 18 Juni 2022. Baru pada Rabu, 3 Agustus 2022, hal yang ditunggu-tunggu keluarga datang. RDW tiba-tiba menghubungi orang tuanya dan meminta dijemput di Kota Balikpapan.

"Rabu kemarin (3 Agustus 2022), jam 3 sore kakak saya telepon ayah pakai handphone orang, minta dijemput sambil nangis. Hari Kamis (besoknya) ngasih alamat," kata adik RDW, RNW (20 tahun) kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (6/8/2022).

Baca Juga :

Belum diketahui kapan dan lewat bandara mana RDW dan anaknya terbang ke Kota Balikpapan, karena hingga kini dia masih trauma dan belum bisa dimintai keterangan. Namun menurut adiknya, RDW yang merupakan orang tua tunggal (janda), diduga pergi meninggalkan rumah dibawa laki-laki berinisial R.


Advertisement

Kepada keluarga, RDW mengaku dipekerjakan di sebuah rumah makan di Kota Balikpapan. "Pengakuannya mengekos di sana dan kerja di rumah makan. Kerja disuruh orang itu sambil bawa anak. HP-nya disita," kata RNW. "Setahu saya, dari awal diiming-imingi hidup senang oleh orang (laki-laki) itu," imbuh dia.

Mneurut RNW, kakaknya mengenal laki-laki tersebut di media sosial. RNW tak tahu mengapa kakaknya mau diajak pergi. "Kakak saya seperti dihipnotis, mau aja diajak pergi," ujarnya. "Kakak saya trauma, apalagi keponakan masih takut bertemu orang. Ngobrol kurang nyambung. Panik sendiri," tambah RNW.

RNW menyebut, secara fisik, berat badan kakak dan keponakannya kini menurun drastis. Bahkan, kata RNW, ada semacam bekas luka di kaki kiri keponakannya. "Kalau bisa mah harus ada pendampingan," katanya.

Image

Riza

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur