Light Dark

Jalan Jelek dan Cerita Bengkel di Sukabumi Tangani Shockbreaker Rusak

Motor | 19 Jun 2022, 21:02 WIB
Pengerjaan servis shockbreaker di salah satu bengkel di Jalan Sikib, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. | Sukabumiupdate.com/Riza

SUKABUMIUPDATE.com - Jalan rusak atau jelek merupakan masalah klasik di Sukabumi. Tak hanya berbahaya, kondisi ini juga diduga berakibat pada mudah rusaknya shockbreaker sepeda motor. Seperti yang diungkapkan Iwan, warga Cibeureum, Kota Sukabumi.

Ditemui di sebuah bengkel di Jalan Sikib, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Iwan sedang menyervis sepeda motor bebeknya lantaran rusak pada bagian shockbreaker. "Servis di sini murah ketimbang beli baru," katanya, Ahad (19/6/2022).


Advertisement

Iwan mengatakan kerusakan shockbreaker ini karena sepeda motor tersebut selalu dipakai istri Iwan pulang pergi mengajar ke salah satu SMP di Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Diketahui, kondisi jalan di wilayah ini cukup rusak parah.

Menurut Iwan, servis shockbreaker di bengkel di Jalan Sikib, Kelurahan Nanggeleng, tersebut terbilang murah karena cukup bayar Rp 150 ribu dengan garansi enam bulan. "Disuntik shockbreaker-nya. Saya hanya bayar Rp 150 ribu dan garansi enam bulan," ucap dia.

Baca Juga :


Advertisement

Setidaknya ada tiga bengkel kecil yang ada di Jalan Sikib. Bahkan ada bengkel yang sudah berdiri sejak 1983. Bengkel yang sekarang dilanjutkan oleh keluarga dan mantan pekerjanya ini bernama bengkel Mang Oleh. Salah satu yang melanjutkan adalah Alex (38 tahun).

Alex adalah mantan karyawan bengkel Mang Oleh. Alex sendiri suka membuka bengkel mandiri miliknya sejak 2007. Selama 15 tahun Alex menggeluti usaha otomotif tersebut. "Dulu di sini yang terkenal itu bengkel Mang Oleh. Tidak ada yang bisa menyaingi," ucap Alex.

Alex mengaku dalam sehari bisa dapat orderan servis shockbreaker antara tiga hingga lima sepeda motor dengan biaya Rp 75 ribu per servis satu shockbreaker. "Depan belakang kalau diservis Rp 150 ribu," kata dia. "Dulu bisa tujuh hingga sepuluh motor," imbuhnya.

Pandemi Covid-19 menurut Alex menjadi salah satu faktor pemicu berkurangnya konsumen. Kebanyakan yang datang ke bengkelnya mengeluh soal shockbreaker sepeda motor mereka yang tidak memberikan respons ketika melintasi jalan rusak atau berlubang. 

"Kebanyakan mengeluh sudah tidak ada respons dari shockbreaker-nya atau sudah keras," ucapnya. shockbreaker sendiri salah satu komponen yang sangat berfungsi sebagai tumpuan dari kenyamanan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Image

Riza

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur