Light Dark

Perbedaan Sistem Pengereman CBS dan ABS pada Motor

Motor | 19 Jun 2022, 16:16 WIB
(Ilustrasi) Sistem pengereman pada motor. | IST

SUKABUMIUPDATE.com - Teknologi kendaraan Motor pastinya mengalami peningkatan fitur yang semakin canggih, salah satunya kehadiran sistem pengereman sebagai pendukung keselamatan berkendara. Di zaman now, sistem pengereman terbagi menjadi dua, yakni CBS (Combi Brake System) dan ABS (Anti-lock Brake System).

Namun, sistem kerja dua jenis pengereman ini memiliki perbedaan.  


Advertisement

Rem CBS

photo(Ilustrasi) Skema sistem pengereman CBS pada kendaraan roda dua atau motor. - (IST)

Combi Brake System (CBS) didesain untuk memperpendek jarak pengereman dengan memadukan rem depan dan belakang yang bekerja secara bersamaan saat tuas rem ditarik.

Saat tuas rem belakang ditarik, kaliper rem belakang dan depan akan memberikan tekanan pada cakram dengan porsi tekanan berbeda secara otomatis.


Advertisement

Baca Juga :

Dalam kondisi ini, equalizer akan bekerja untuk mendistribusikan daya tekanan menjadi dua, yang satu menuju rem roda belakang dan yang satunya lagi menuju ke tuas ungkit (pada sepeda Motor dengan rem belakang tromol). Gunanya untuk menekan knocker yang akan menekan piston hidrolik untuk kemudian bereaksi mengaktifkan rem cakram depan.

Pada Motor yang telah dilengkapi dengan rem cakram belakang, terdapat dua selang minyak rem pada tuas rem belakang, di mana satu menuju kaliper belakang dan selang satunya terkoneksi dengan kaliper depan.

Rem ABS

photo(Ilustrasi) Skema sistem pengereman ABS pada kendaraan roda dua atau motor. - (IST)

Anti-lock Brake System (ABS) berfungsi menjadi roda tidak terkunci saat pengendara melakukan pengereman mendadak sehingga risiko tergelincir akibat roda mengunci dapat dihindari.

Fitur ini bekerja berdasarkan sensor wheel speed yang mendeteksi roda dalam keadaan tidak berputar namun Motor tetap melaju. Data dari sensor tersebut akan diterima dan diolah oleh Electronic Control Unit (ECU).

Kemudian data yang telah diolah oleh ECU akan memerintahkan komponen ABS modulator mengatur tekanan fluida di dalam kaliper untuk memberikan tekanan pada cakram. Saat roda mulai mengunci, ABS modulator akan mengurangi tekanan fluida.

Setelah penguncian roda berkurang, ABS modulator kembali menaikan tekanan fluida untuk mengembalikan pengereman. Peristiwa ini terjadi berulang dalam kurun waktu sepersekian detik.

Sebagai ilustrasi, pengereman dengan ABS dapat digambarkan seperti tangan yang menarik dan melepas tuas rem secara berulang dengan sangat cepat. Bedanya hal tersebut terjadi secara secara otomatis didukung sistem elektronik.

Disamping itu, apapun jenis sistem pengereman yang ada di sepeda Motor kesayangan kita tetap dianjurkan untuk mengoperasikan rem depan dan belakang agar sistem pengereman dapat bekerja dengan optimal.

SUMBER: SUARA.COM

Image

Admin SUpdate

Image

Noity