Light Dark

Mengapa Ulat Bulu Saat Tersentuh Bisa Menyebabkan Kulit Gatal?

Science | 14 Jun 2022, 01:00 WIB
(Ilustrasi) Ulat bulu memiliki rumbai berbulu halus yang disebut setae, bulu kecil inilah yang menyebabkan ruam dan gatal | Unplash Mihály Köles

SUKABUMIUPDATE.com - Ulat bulu menjadi salah satu hewan yang kerap diwaspadai oleh manusia, tak lain karena hewan kecil ini bisa mengakibatkan kulit terasa gatal bahkan timbul ruam atau bentol-bentol saat mengenai kulit.

Ada banyak macam Ulat bulu yang hidup di Dunia dan beberapa dari mereka memiliki corak warna yang indah. Namun, sebagian orang merasa jijik dengan hewan kecil ini.


Advertisement

Lalu apa yang menyebabkan kulit terasa gatal saat terkena ulat bulu?

Mengutip dari Tempo.co, menurut laman Verywell Health, Ulat bulu memiliki rumbai berbulu halus yang disebut setae. Bulu kecil inilah yang menyebabkan ruam, bahkan beberapa orang mengalami reaksi alergi.

Baca Juga :


Advertisement

Respons imun terjadi ketika tubuh mendeteksi suatu zat asing. Sistem kekebalan tubuh akan bekerja dengan zat kimia yang disebut histamin. Menyentuh ulat memicu pelepasan histamin, serta menyebabkan kemerahan, bengkak, gatal, ruam. Kemungkinan juga ada sensasi rasa panas seperti terbakar atau menyengat.

Gejala itu muncul dalam beberapa menit dan bisa dialami selama satu hari atau lebih.

Mengutip Cleveland Clinic, reaksi alergi yang lebih serius, seperti sesak nafas, sulit menelan, bersin, batuk, pilek, mata merah, sakit mulut, dan gatal bisa saja terjadi. Itu bila menyentuh mata atau mulut setelah memegang ulat.

Ruam tersebab Ulat bulu ini terkadang sering disalah artikan sebagai sesuatu yang lain. Pada 2011, sebanyak 23 anak di Florida mengalami ruam akibat paparan ulat ngengat tussock bertanda putih (orgyia leucostigma).

photo(Ilustrasi) Ulat bulu - (istimewa)

Menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar anak didiagnosis dengan kondisi lain pada awalnya. Ini termasuk cacar air, moluskum kontagiosum, dan infeksi MRSA.

Dalam kasus lain, ruam tersebab Ulat bulu telah disalah artikan sebagai gigitan kutu, gigitan nyamuk, kudis , demam berdarah, penyakit kelima (parvovirus B19), dan dermatitis kontak.

Sebab itu, CDC menyarankan sekolah dan pusat penitipan anak agar mensterilkan peralatan taman bermain yang biasa digunakan untuk menghilangkan ulat.

SUMBER: TEMPO.CO/KAKAK INDRA PURNAMA

Image

Admin SUpdate

Image

Dede Imran