Termasuk MSG, Ini 5 Jenis Zat Aditif yang Perlu Dihindari

Senin 13 Juni 2022, 16:30 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Zat aditif merupakan bahan yang biasanya ditambahkan atau dicampurkan pada makanan dan minuman dalam proses pengolahan maupun penyimpanan dengan tujuan untuk menguatkan rasa, mempercantik tampilan, mengawetkan, dan lain-lain.

Zat aditif ini berbeda dengan zat adiktif. Zat adiktif  merupakan suatu zat yang dapat menimbulkan ketergantungan atau ketagihan, contohnya kafein yang terdapat dalam kopi.

Melansir dari Tempo.co, Beberapa jenis bahan aditif perlu dihindari. "Bahan olahan sering diberi bahan aditif, zat yang menambah warna, meningkatkan rasa, atau meningkatkan umur simpan," kata ahli diet Kate Patton dalam laman clevelandclinic.org.

Baca Juga :

"Bahan tambahan tidak selalu buruk.” Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat yang mengeluarkan pernyataan itu telah menyetujui ribuan bahan tambahan untuk makanan. 

“Sebagian besar makanan memerlukan zat tambahan untuk mencegah pembusukan dan mempertahankan nilai gizi.” Demikian pernyataan FDA lagi. Namun, laman Cleveland Clinic menulis setidaknya ada lima bahan aditif yang harus dipikir berkali-kali untuk dikonsumsi:

photo(Ilustrasi) MSG - (iStock)</span

1. Monosodium Glutamat (MSG) 

MSG banyak ditemukan untuk meningkatkan rasa dan tekstur terutama pada makanan Asia. Baik dalam sup dan berbagai makanan olahan lainya. 

Mereka yang sensitif, MSG dapat menyebabkan mual, masalah pernapasan, dan berbagai reaksi lainnya. MSG menambahkan natrium ekstra juga dapat meningkatkan tekanan darah.

2. Sulfit

Di Amerika Serikat, penggunaan Sulfit pada buah-buahan dan sayuran segar dilarang. Namun hadir dalam makanan lain. Sulfit adalah pengawet yang sensitif bagi penderita asma sehingga dapat memperburuk penderita penyakit itu.

3. Natrium Nitrit

Bahan ini membantu menstabilkan warna, rasa daging, dan mencegah pertumbuhan bakteri yang berbahaya. Tetapi, ketika daging itu dipanaskan pada suhu tinggi, atau bercampur dengan asam lambung, akan menghasilkan nitrosamin. Zat ini berkaitan dengan peningkatan risiko kanker pankreas dan kolorektal. 

4. Lemak Trans

Produsen menggunakan minyak terhidrogenasi ini untuk meningkatkan umur simpan dan konsisten kerupuk, kue, dan makanan kemas lainnya. 

5. FD&C Tartrazine dan Sunset Yellow

Penelitian terhadap pewarna buatan ini menunjukkan hubungan dengan hiperaktif pada anak-anak, tetapi ini belum terbukti. 

Sering digunakan dalam permen dan sereal. Juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada penderitaan asma.

Melansir laman healthline.com, jenis pewarna makanan buatan tartrazine dikaitkan erat dengan perubahan perilaku, seperti cepat marah, gelisah, depresi, dan kesulitan tidur.

SUMBER: TEMPO.CO/RAHMAT AMIN SIREGAR

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Editor :
Tags :
Berita Terkini
Sukabumi22 November 2024, 13:57 WIB

Lewat Inovasi Kesehatan, Kota Sukabumi Raih KIJB 2024 Pemprov Jabar

Reni mengapresiasi prestasi Puskesmas Sukakarya.
Puskesmas Sukakarya Kota Sukabumi meraih KIJB 2024 di Trans Hotel, Kota Bandung, Kamis, 21 November 2024. | Foto: Istimewa
Nasional22 November 2024, 13:56 WIB

Kronologi Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan, Berawal dari Masalah Tambang

Berikut kronologi polisi tembak polisi di Solok Selatan menurut Kapolda Sumbar Irjen Suharyono.
Ilustrasi. Peristiwa polisi tembak polisi terjadi di Solok Sumbar. | Foto : Pixabay
Sukabumi Memilih22 November 2024, 13:50 WIB

Profil Teddy Lesmana, Panelis di Debat ke II Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024

Teddy Lesmana yang saat ini terpilih jadi panelis di Pilbup 2024 adalah sosok yang menginspirasi karena dedikasinya dalam dunia pendidikan dan hukum.
Teddy Lesmana saat ini berprofesi sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Nusa Putra. (Sumber : Instagram/@teddyzeeous).
DPRD Kab. Sukabumi22 November 2024, 13:34 WIB

Apresiasi Kunjungan KPK, Ketua DPRD Sukabumi: Perkuat Komitmen Bersama Perangi Korupsi

Menurut Budi, kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang dilakukan oleh KPK untuk memberikan pendidikan antikorupsi kepada pemerintah daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali. (Sumber : SU/Ilyas)
Sukabumi22 November 2024, 13:30 WIB

KPK Beri Penyuluhan Pencegahan Korupsi untuk Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi

Adapun penyuluhan yang diberikan yang pertama terkait pendidikan anti korupsi, kedua pencegahan dan ketiga penindakan.
Kepala Satuan Tugas Wilayah II Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Arif Nurcahyo saat memberikan penyuluhan kepada 60 anggota DPRD Kabupaten Sukabumi. (Sumber : SU/Ilyas)
Sukabumi Memilih22 November 2024, 13:11 WIB

Dipandu Yasmin dan Agung, Daftar Panelis Debat ke II Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024

Debat antara paslon 01, Iyos - Zainul dan paslon 02 Asep Japar - Andreas akan berlangsung Jumat (22/11/2024) di Hotel Sutan Raja Bandung, mulai pukul 14.00 WIB.
Presenter INews TV Yasmin Athania akan memandu (hots) debat publik II Pilkada Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/11/2024) (Sumber: akun medsos Yasmin Athania)
Food & Travel22 November 2024, 13:00 WIB

Kebun Teh Cipasung, HTMnya Rp10.000 Spot Menarik untuk Healing di Majalengka

Biaya masuk ke Kebun Teh Cipasung cukup terjangkau, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk menikmati keindahan alam ini.
Dengan semua kelebihan yang dimiliki, Kebun Teh Cipasung memang layak untuk dijadikan tujuan wisata Anda. (Sumber : Screenshot YouTube/@Apri Subroto).
Bola22 November 2024, 12:00 WIB

Prediksi Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Liga 1: H2H, Susunan Pemain dan Skor

Persebeya vs Persija akan tersaji sore ini dalam lanjutan liga 1 pekan ke-11.
Persebeya vs Persija akan tersaji sore ini dalam lanjutan liga 1 pekan ke-11. (Sumber : X/@persebayaupdate/@Persija_Jkt).
Sukabumi22 November 2024, 11:58 WIB

Diduga Pecah Ban, Truk Muatan Pasir Masuk Jurang di Parungkuda Sukabumi

Berikut kronologi sementara kecelakaan tunggal truk muatan pasir masuk jurang di Parungkuda Sukabumi.
Kondisi truk muatan pasir yang masuk jurang di pinggir jalan raya di Parungkuda Sukabumi. (Sumber : SU/Ibnu)
Sukabumi22 November 2024, 11:51 WIB

Babi Hutan Masuk Sumur di Cidolog Sukabumi, Upaya Evakuasi Sampai Dua Jam

Warga Cidolog Sukabumi geger babi hutan masuk sumur 7 meter. Bahu membahu evakuasi hingga membutuhkan waktu dua jam.
Warga saat mengevakuasi babi hutan yang tercebur masuk ke dalam sumur di Cidolog Sukabumi. (Sumber : Tangkapan layar video/Istimewa)