Light Dark

Customer Ojol di Sukabumi Dibonceng Terbalik, Begini Cara Dibonceng yang Benar

Motor | 13 Jun 2022, 15:20 WIB
Para driver ojol (Ojek Online) kerap mendapat pengalaman unik, contohnya seperti salah satu driver ojol di Sukabumi ini yang mendapat costumer perempuan. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Para Driver ojol (Ojek Online) kerap mendapat pengalaman unik, contohnya seperti salah satu Driver ojol di Sukabumi ini yang mendapat costumer perempuan.

Terlihat dalam video seorang Driver ojol tengah membawa costumer perempuan, yang unik yaitu jika umumnya perempuan dibonceng menyamping menghadap ke kiri, beda halnya dengan costumer perempuan tersebut yang menghadap ke sebelah kanan.


Advertisement

Momen tersebut direkam pengguna jalan lain dan diunggah ke media sosial Instagram. Menurut pengunggah video akun @ence***, kejadian itu direkam pada 13 Juni 2022 di salah satu ruas jalan di Kota Sukabumi.

Baca Juga :

Cara itu dinilai bisa mengganggu keseimbangan pengemudi, selain itu kaki orang yang dibonceng juga dikhawatirkan bisa mengenai bagian knalpot motor. Meskipun knalpot telah dilengkapi pelindung tapi tidak semua motor menggunakannya.

Lalu, bagaimana cara dibonceng menyamping naik motor yang benar?


Advertisement

Mengutip dari Suara.com, menurut Muhammad Ali Iqbal selaku Community Development & Safety Riding Supervisor Astra motor Yogyakarta.

Yang paling aman dibonceng naik motor yaitu dengan menghadap ke depan. Namun, hal itu akan sulit dilakukan jika perempuan memakai rok.

Ali Iqbal menyarankan saat bonceng menyamping, tangan pembonceng diposisikan di sisi kanan pengendara atau memegang pinggul pengendara.

photo(Ilustrasi) naik sepeda motor berboncengan. - (shutterstock.com)

Tangan kiri diposisikan di atas lutut kiri sendiri dan jangan berpegangan pada behel sepeda motor. Hal ini bakal berdampak pada keseimbangan dan handling.

Dalam posisi ini, posisi salah satu kaki pembonceng harus berpijak pada footstep dengan sempurna.

Kemudian, rok boncenger yang panjang sebaiknya dilipat ke depan agar tidak terumbai ke bawah. Jika dibiarkan, berisiko menimbulkan bahaya apabila tersangkut bagian sepeda motor khususnya rantai dan transmisi maupun benda lain yang ada di jalan.

Rok atau pakaian yang dibiarkan terumbai juga bisa menutupi bagian lampu-lampu belakang motor sehingga pengendara di belakang tidak akan menyadari jika motor tersebut mengerem ataupun akan berbelok sebab lampu sein dan rem yang terhalang.

"Kami selalu menyarankan pengendara untuk berboncengan dengan menghadap ke depan. Namun jika kondisi tidak ideal dan harus membonceng dengan posisi menyamping perlu ada beberapa hal yang patut diperhatikan agar perjalanan bisa lebih aman, nyaman, dan sampai tujuan dengan selamat," pungkas Muhammad Ali Iqbal.

Image

Admin SUpdate

Image

Dede Imran