Light Dark

China Ancam Serang Taiwan Jika Miliki Upaya untuk Merdeka

Internasional | 11 Jun 2022, 15:30 WIB
China Ancam Serang Taiwan Jika Miliki Upaya untuk Merdeka | IST

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri pertahanan China yaitu, Wei Fenghe dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Amerika mengungkapkan akan memerangi Taiwan jika negara itu terlibat dalam upaya merdeka.


Advertisement
photoMenteri pertahanan China Wei Fenghe - (IST)

"Jika ada yang berani memisahkan Taiwan dari China, tentara China pasti tidak akan ragu untuk memulai perang tidak peduli biayanya," kata Wei Fenghe, yang dikutip suara.com dari Timesindonesia.co.id, Jumat, 10 Juni 2022.

Baca Juga :


Advertisement

China tidak peduli berapapun biaya yang akan dikeluarkannya dan  tidak akan ragu-ragu untuk memulai perang, serta menghancurkan setiap upaya kemerdekaan Taiwan.

"Jika ada yang berani memisahkan Taiwan dari China, tentara China pasti tidak akan ragu untuk memulai perang tidak peduli biayanya," tegasnya.

"PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) tidak punya pilihan selain melawan dan menghancurkan segala upaya kemerdekaan Taiwan, menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial," kata Wei.

Terlepas dari kata-kata yang agresif, Wei mengatakan pembicaraan dengan Austin berjalan lancar. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela KTT keamanan Dialog Shangri-La di Singapura selama hampir satu jam, dua kali lipat dari waktu yang ditentukan sebelumnya.

Menteri China juga berjanji bahwa Beijing akan menghancurkan hingga berkeping-keping setiap plot kemerdekaan Taiwan dan dengan tegas menjunjung tinggi penyatuan tanah air.

"Taiwan adalah Taiwan-nya China. Menggunakan Taiwan untuk menahan China tidak akan pernah berhasil,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Taiwan, sebuah pulau demokratis yang memiliki pemerintahan sendiri yang hidup di bawah ancaman invasi China. Beijing memandang pulau itu sebagai wilayahnya dan berjanji suatu hari akan merebutnya, dengan paksa jika perlu.

photoChina Ancam Perangi Taiwan - (IST)

Sementara itu, Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen mengatakan negaranya bertekad untuk membela diri dan yakin tekad ini akan "menggalang sesama demokrasi untuk tujuan kita", berjanji untuk tidak tunduk pada tekanan.

Taiwan mengatakan hanya rakyatnya yang memiliki hak untuk memutuskan masa depan pulau itu. Pemerintahnya mengatakan meski menginginkan perdamaian dengan China, mereka akan membela diri jika perlu.

Tsai mengatakan invasi Rusia ke Ukraina telah menunjukkan lagi "rezim ini" tidak akan berhenti dalam mengejar tujuan ekspansionis.

"Ketika kita melihat gambar-gambar dari belahan dunia yang jauh dari kekejaman yang dilakukan terhadap demokrasi lain di garis depan ekspansionisme otoriter, saya ingin menekankan bahwa, seperti Ukraina, Taiwan tidak akan tunduk pada tekanan," kata Tsai tanpa secara langsung menyebut China.

"Austin telah mengatakan kepada Wei bahwa Beijing harus menahan diri dari tindakan destabilisasi lebih lanjut terhadap Taiwan," kata Pentagon.

Seorang pejabat Amerika, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan sebagian besar pertemuan yang berfokus pada Taiwan dan Austin menegaskan kembali posisi Washington di Taiwan tidak berubah, sambil mengkritik "agresi militer" China.

"Amerika Serikat memiliki kekhawatiran besar tentang peningkatan perilaku PLA, terutama perilaku tidak aman, agresif, tidak profesional dan khawatir bahwa PLA mungkin berusaha mengubah status quo melalui perilaku operasionalnya," kata pejabat itu.

Amerika Serikat adalah pendukung internasional terpenting dan pemasok senjata Taiwan, sumber gesekan terus-menerus antara Washington dan Beijing.

Dalam paket senjata terbaru, AS pada Rabu mengumumkan penjualan suku cadang untuk kapal angkatan laut Taiwan dengan perkiraan biaya $120 juta.

China sendiri dalam dua tahun terakhir ini  telah meningkatkan aktivitas militernya di dekat pulau itu untuk menanggapi apa yang disebutnya sebagai "kolusi" antara Taipei dan Washington.

Selama pertemuan di Singapura itu, menurut saluran militer CCTV, Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe mengatakan kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin menyebutkan bahwa penjualan senjata ke Taiwan itu sangat merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China.

Baca Juga :

SOURCE: SUARA.COM

Image

Admin SUpdate

Image

Reza Nurfadillah