Menu

10 Jul 2020, 06:30 WIB

Ada Goa Batu Buaya, Wisata Batu Bubut Waluran Sukabumi Mulai Ditata

Objek wisata Batu Bubut di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto: Sukabumiupdate.com/RAGIL GILANG

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan batu unik berukuran raksasa, yang terletak di Kampung Cikaret Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, mulai ditata.

Bebatuan unik tersebut dinamakan Batu Bubut, tersebar di atas lahan milik warga seluas puluhan hektare. Namun baru tiga hektare yang akan dikembangkan. Penataan dilakukan lantaran lokasi tersebut akan dijadikan ikon wisata primadona.

"Kalau luasnya puluhan hektare, namun untuk pengembangan sementara baru tiga hektare dulu. Ini pun sudah dibicarakan dengan warga pemilik lahan," ucap Ketua BPD Mekarmukti, Ade Kamaludin, kepada sukabumiupdate.com, Kamis (9/7/2020).

BACA JUGA: Bebatuan Raksasa Bergaris di Waluran Sukabumi Ini Dulunya di Bawah Laut

Lanjut Ade, batu raksasa dengan bentuk unik dan bergaris tersebut ada puluhan buah, dengan rata-rata ukuran tinggi 8 meter, serta lebar 20-30 meter. 

"Mayoritas semua ukuran besar, diperkirakan ada 50 buah, namun itu belum semua karena masih banyak di dalam hutan yang belum dibuka," jelasnya.

Masih kata Ade, selain batu ukuran raksasa, juga terdapat tiga goa didalam kawasan tersebut. Namun goa belum dibersihkan seluruhnya. Hanya satu yang baru dibersihkan, yakni Goa Batu Buaya, itupun belum dicek secara detail.

"Saat ini fokus untuk penataan dulu, seperti membersihkan akses jalan, membuat sawung, rute jalan, serta pintu gerbang, biar pengunjung merasa aman dan nyaman saat didalam, kondisi bersih dan terang," ungkapnya.

Penataan objek wisata Batu Bubut di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa

Ade menyebut, Kecamatan Waluran sendiri merupakan bagian dari Geopark Ciletuh - Palabuhanratu, yang tentunya harus memiliki ciri khas tersendiri. Dan yang istimewa dari objek wisata Batu Bubut adalah bebatuan yang sudah terbentuk 20 juta tahun lalu.

"Alhamdulillah semua pihak mendukung, baik dari Pemdes, Muspika, dinas terkait yang sudah turun ke lokasi, juga para pegiat wisata di Kecamatan Waluran. Meski masih dalam penataan, namun warga lokal, maupun dari luar daerah, sudah mulai berdatangan," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Video prakirawati cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang pekan ini viral karena menjadi korban pelecehan seksual secara verbal di Twitter kini hilang. Diduga BMKG telah menghapus...

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PAN, Heri Antoni melangsungkan Reses III tahun 2020 di tiga lokasi berbeda, di Daerah Pemilihan (Dapil IV). Lokasi pertama di Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com - Mandalika Racing Team Indonesia yang disiapkan untuk mewakili Tanah Air di ajang Moto2 tahun depan juga bakal merintis akademi pembalap untuk program pembinaan atlet balap sejak dini. "Dunia...

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Rendy Rakasiwi melaksanakan reses ketiga tahun 2020 di Desa Ciparay, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi. Dalam resesnya Rendy...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya