Menu

Selasa, 18 Juni 2019, 09:00 WIB

Hikayat Leuwi Roke, Sumber Air Bertuah dari Pajampangan Sukabumi

Leuwi Roke aliran Sungai Cikarang, sumber air dari Hutan Mataram perbatasan Kecamatan Waluran dan Kecamatan Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Aliran Sungai Cikarang membentang dari sumber mata air Hutan Mataram, membelah Kecamatan Jampang Kulon dan Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

Di sepanjang aliran sungai tersebut, ada satu lokasi mirip danau yang dikenal dengan nama Leuwi Roke. Posisinya ada di perbatasan antara Desa Sukamukti Kecamatan Waluran dengan Desa Karanganyar Kecamatan Jampang Kulon.

BACA JUGA: Curug Dogdog Ciemas, Sukabumi dan Mitos Larangan Mandi Bagi Pengantin Baru

Tempat itu menyimpan mitos yang sampai saat ini menjadi cerita warga sekitar. Seperti dikisahkan Popon (60 tahun). Ia menyebut, dahulu kala orang-orang menamai Leuwi Roke karena di lokasi tersebut sering muncul penampakan bayi tanpa busana. Muncul dari dalam air ke permukaan.

"Orang tua dulu, kalau lagi ngecrik (menangkap ikan menggunakan jala) malam hari suka lihat penampakan. Tapi tidak setiap malam, cuma di waktu-waktu tertentu saja. Istilahnya "kawenehan". Nah, menurut cerita kalau melihat penampakan bayi, biasanya akan dapat banyak ikan," beber Popon saat ditemui sukabumiupdate.com, Senin (17/6/2019).

BACA JUGA: Caringin Kurung Jampang Kulon Sukabumi, Tempat Favorit Para Caleg

Masih kata Popon, dulu di sekitar Leuwi Roke ini dikelilingi bambu kuning atau warga biasa menyebutnya awi haur. Dahulu kala, lanjut Popon, kondisinya masih leuweung geledegan alias hutan rimbun.

"Itu cerita orang tua dulu, asal usul dibilang Leuwi Roke. Kalau kami, belum pernah lihat penampakan begitu. Mungkin mitos atau dongeng saja. Apalagi sekarang sudah tidak kelihatan angker lagi. Sudah banyak rumah. Selain itu, ikannya juga sudah jarang," tutup Popon.

 

Leuwi roke kembali mencuri perhatian karena aliran sungai ini dilitasi jembatan yang viral karena beda nasib. Jembatan besi penghubung dua desa dan dua kecamatan ini viral karena fisiknya unik. setengah beton setengah kayu, karena beda tanggung jawab, antara kedua pemerintah desa.

 

 

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Wisata alam Leuwi Kokok yang berada di Blok Hutan Cikuda, Kampung Simpangdago, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi menyimpan segudang cerita. Ada sebuah asal-usul mengapa destinasi wisata...

SUKABUMIUPDATE.com - Ada satu sajian kuliner tradisional khas Pajampangan Kabupaten Sukabumi yang sekarang mulai kembali digandrungi. Namanya Botok. Terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat. Biasanya disajikan untuk teman makan...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Pajampangan Sukabumi dibuat geger oleh kabar berita daftar 57 calon kabupaten dan delapan calon provinsi yang akan dijadikan Daerah Otonomi Baru (DOB) alias dimekarkan. Kabar itu...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya