Menu

30 Agu 2020, 20:05 WIB

Sale Asap, Camilan dari Pisang Khas Warga Jampang Tengah Sukabumi

Sale Asap yang diproduksi warga Desa Jampang Tengah, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com- Rasanya yang legit dan beraroma khas, camilan yang satu ini patut Anda coba. Sale Asap, camilan berbahan dasar pisang hasil tangan kreatif warga Kampung Cikopi RT 05/07 Desa Jampang Tengah, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.

Proses pembuatannya begitu alami. Camilan tersebut mengalami pengeringan menggunakan asap. Pisang yang sudah dikupas kulitnya, dibelah menjadi dua bagian dan disimpan di tempat pengeringan yang terbuat dari bambu (tampah).

Kemudian, pisang tersebut disimpan di atas rak bambu yang di bawahnya sebuah tungku menyala dengan menggunakan bahan bakar kayu. Hal itu dilakukan agar asapnya keluar dan bisa mengeringkan sale pisang tersebut.

BACA JUGA: Manisnya Usaha Sale Pisang di Kertajaya Sukabumi, Dipesan Hingga ke Saudi

Sale Asap yang diproduksi warga Desa Jampang Tengah, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.

"Proses pengasapan biasanya kalau sudah selesai proses pengupasan jam 11.00 WIB, masuk ke pengeringan. Diangkat pagi hari sekitar 06.00-07.00 WIB," ujar pengrajin Sale Asap, Enad, kepada sukabumiupdate.com, Minggu (30/8/2020).

Enad mengatakan, ia menekuni produk Sale Asap tersebut telah hampir tiga tahun lebih, dengan produksi setiap minggu mencapai 50 hingga 100 kilogram, tergantung bahan baku yang didapat.

"Untuk pemasaran selama ini tidak mengalami kesulitan, selain beberapa konsumen yang sudah langganan, juga dibantu oleh anak-anak melalui online," kata Enad.

Bahkan Enad mengaku telah memiliki pelanggang khusus, baik yang bersifat lokal maupun yang berasal dari luar daerah.

"Kelebihan Sale Asap, selain rasanya legit dan aroma wangi, juga mampu bertahan lama, sekitar 6 bulan masih kuat," jelasnya.

Untuk harga sendiri, sambung Enad, produknya dijual secara kemasan maupun curah. Enad menyebut, Sale Asap yang sudah dikemas dijual dengan harga Rp 15 ribu per kemasan isi 450 gram, sedangkan yang dicurah ia jual dengan harga Rp 25 hingga 28 ribu per kilogram.

"Bahan bakunya mayoritas jenis pisang ambon, memang ada juga jenis pisang lainnya," pungkas Enad.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : OKSA BC
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan alasan pemerintah tidak bisa menanggung biaya vaksin Covid-19 untuk seluruh masyarakat. "Masyarakat perlu memahami bahwa riset pengadaan vaksin yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Unit Laka Lantas Polres Sukabumi memberi penjelasan terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Nagrak Sukabumi, Kamis (22/10/2020) sekira pukul 11.00 WIB dan mengakibatkan satu orang terjepit...

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan laut terjadi di Pantai Cikalapa Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di sekitar perairan laut Karangbolong. Satu orang dinyatakan hilang saat menyelam untuk berburu ikan...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat sudah lulus semua tahapan uji klinis. "Sehingga aman dan efektif digunakan," kata...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya