Menu

04 Jul 2020, 18:30 WIB

Korban Predator Anak di Kalapanunggal Sukabumi Jadi Gampang Marah

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuaan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Zatnika Marwan. | Sumber Foto:Dok. sukabumiupdate.com

SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi kesehatan para korban predator anak di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi membaik. Kendati demikian, para korban ini sempat menjadi gampang marah dan kerap mengurung diri di kamar. 

Hal itu diungkapkan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Zatnika Marwan. 

BACA JUGA: Psikolog Periksa 24 Orang Korban Predator Anak di Kalapanunggal Sukabumi

"Terakhir kemarin saya kesana mereka baik baik saja, kondisinya sehat dan tidak terlihat trauma," ujar Yani kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (4/7/2020). 

Lebih lanjut Yani menuturkan, psikolog yang mendampingi para korban tidak mengalami kesulitan mengarahkan para korban. Hanya saja untuk melakukan wawancara belum dilaksanakan kepada seluruh korban mengingat banyaknya korban dan waktu yang terbatas.

BACA JUGA: Pengakuan Korban Predator Anak di Kalapanunggal Sukabumi: Tiga Kali Disodomi

Selain itu, P2TP2A bersama psikolog juga meminta keterangan kepada para orang tua dari anak yang menjadi korban. 

"Saya juga berbicara dengan para orang tua (korban) menanyakan perubahan apa yang terjadi pada anak anak mereka setelah kejadian itu. Jawabannya hampir sama, anaknya jadi gampang marah dan kerap mengurung di kamar," jelasnya. 

BACA JUGA: Empat Korban Predator Anak di Kalapanunggal Sukabumi Visum di RSUD Sekarwangi

Sehingga P2TP2A terus intens melakukan komunikasi dengan orang tua korban. P2TP2A juga meminta para orang tua agar lebih ketat lagi dalam mengawasi anak anaknya, terutama saat anak menggunakan Facebook.

"Intinya kami menghimbau kepada para orang tua untuk selalu tanamkan keimanan dan akidah yang kuat pada anak anak dan berani lapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan juga ajak anak supaya terbuka pada orang tuanya," tandasnya.

Reporter : NANDI
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan pemberian listrik gratis golongan daya R1/450 VA (rumah tangga) dan diskon 50 persen bagi golongan R1/900 VA bersubsidi sampai Desember 2020. Sebelumnya, subsidi...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang santri Pondok Pesantren Al Amin, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi diduga hanyut terbawa arus Sungai Cibeber, Selasa (11/8/2020). Santri tersebut diketahui bernama Muhammad Akbar, pelajar kelas...

SUKABUMIUPDATE.com - Tim SAR gabungan berhasil menemukan keberadaan Saripudin (32 tahun) pemancing yang sempat hilang sejak Sabtu (8/8/2020) pagi di sekitar Pantai Legokpandan, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Anggota...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyuntikan perdana uji klinis tahap ketiga vaksin Covid-19 dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jawa Barat, Selasa, 11 Agustus 2020. Dilansir dari Tempo.co, penyuntikan ini disaksikan langsung...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya