Menu

23 Apr 2020, 11:20 WIB

Buat Video, Kades di Sukabumi Minta Pemerintah Revisi Data Penerima Bantuan Sosial

Tangkapan layar video Kepala Desa Ciwaru, Taopik Guntur Rochmi soal kritik pendataan penerima bantuan. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video beredar di grup WhatsApp hingga di jagat media sosial. Video berdurasi 7.24 menit tersebut berisi pernyataan Kepala Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Taopik Guntur Rochmi soal data penerima bantuan sosial, terutama penerima bantuan PKH dan calon penerima bantuan Gubernur Jawa Barat di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Direvisi Pemprov Jabar, Ini Jumlah Penerima Bantuan Covid-19 untuk Warga Sukabumi

Dalam video itu pula, Taopik menyampaikan kritik kepada Presiden RI Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

Saat dikonfirmasi, Taopik membenarkan, video tersebut dibuat pada Rabu (22/4/2020). Taopik menuturkan, video dibuat atas dasar carut marutnya pendataan penerima bantuan, baik yang sedang berkalan maupun pendataan bantuan di tengah Pandemi Covid-19.

"Selama ini bantuan pemerintah baik BPNT maupun PKH, datanya acak acakan. Sampai ada yang meninggal masih kebagian. Penerima PKH juga dapat BPNT, padahal pihak desa sudah beberapa kali merivisi data, namun tetap saja datanya itu itu saja. Yang seharusnya kebagian PKH atau BPNT, malah tidak kebagian, justru yang sudah mampu masih kebagian," kata Taopik kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA: Bantuan Rp 500 Ribu Untuk Warga Jabar Terdampak Corona, Kades di Sukabumi Minta Dikaji

Lanjut Taopik, permasalahan tersebut tetap bermuara di desa, apalagi ditambah dengan rencana bantuan dampak Pandemi Covid 19, dengan kuota yang terbatas. Padahal ia menyebut tiap desa mendata lebih dari kuota. 

"Ini akan menimbulkan kecemburuan sosial untuk warga yang tidak mendapatkan bantuan, dan pasti permasalahan akan bermuara pada desa. Kalau hanya menimbulkan masalah, kami sudah sepakat para kepala desa di Kabupaten Sukabumi akan menolak bantuan tersebut, daripada kami yang dimasalahkan," tegasnya.

"Lebih baik tidak sama sekali. Apalagi saat ini di Kabupaten Sukabumi, terutama di wilayah Pajampangan, warga sedang panen padi, jadi masih tertolong adanya panen," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Hal apa yang paling ironis dari sebuah hubungan? Terkadang itu bukan awal, tapi akhir. Pendekatan seseorang dalam menangani akhir hubungan mereka berbicara banyak tentang diri mereka sendiri....

SUKABUMIUPDATE.com - Memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk menyuarakan pendapat di tempat kerja merupakan situasi yang cukup kritis karena banyak alasan. Ini penting pada tingkat pribadi karena dapat berdampak...

SUKABUMIUPDATE.com - Dalam dua hari terakhir, warga Kampung Cipicung tengah, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi dihebohkan dengan penemuan banyaknya ikan di pinggir aliran Sungai Cimandiri. Berdasarkan informasi yang dihimpun,...

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi merilis data kerusakan akibat hujan angin yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Rabu (23/9/2020) sore. Berdasarkan data yang diterima awak media, setidaknya terdapat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya