Menu

23 Peb 2020, 17:17 WIB

Keluarga Penghuni Saung di Ciracap Sukabumi Bakal Dipindah ke Kontrakan

Endang Setiawan bersama istrinya serta kedua anaknya menghuni sebuah saung yang berada dekat Sungai Cikarang di Kampung Cilawang, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah langsung merespon ketika ada satu keluarga yang selama tujuh tahun menghuni sebuah saung di tengah pekebunan di Kampung Cilawang, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Saung yang berada di pinggir Sungai Cikarang ini dihuni Endang Setiawan (43 tahun) bersama istri dan kedua anaknya. 

Camat Ciracap, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa secara administrasi kependudukan, Endang masih memegang KTP Desa Tegalega, Kecamatan Lengkong, untuk itu pihaknya bersama Kepala Desa Ciracap akan mengupayakan agar Endang pindah alamat ke Kecamatan Ciracap.

Demikian juga dengan istri Endang, akan diupayakan pindah alamat karena masih tercatat sebagai warga Desa Gunungsunging, Kecamatan Surade.

BACA JUGA: Balada Keluarga Endang, Makan Rebus Pepaya Huni Saung Tengah Kebun di Ciracap Sukabumi

"Mereka tinggal di kebun tersebut tidak lapor RT dan RW. Kami akan segera diurus administrasi kependudukan, untuk pindah ke Kecamatan Ciracap," paparnya.

Selain memindahkan alamat, Pemerintah Desa (Pemdes) Ciracap juga akan membantu memenuhi kebutuhan sembako keluarga tersebut. Dan yang lebih penting merelokasi keluarga Endang ke tempat yang lebih layak. 

BACA JUGA: Keluarga Penghuni Bekas Saung di Tegalbuleud Sukabumi Diberi Sembako dan Pakaian

"Sementara mau dicarikan dulu rumah kontrakan oleh pak Kades Ciracap, sambil menunggu proses selanjutnya," jelasnya.

Deden menjelaskan, awal mula keluarga ini tinggal di rumah tersebut karena istri Endang tidak mau tinggal bersama mertuanya di Kampung Bonceret, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap karena berbagai alasan. "Istri yang bersangkutan, tidak mau tinggal bersama mertua," tegas Deden.

BACA JUGA: Delapan Tahun, Bapak Tua dan Anak Putus Sekolah Huni Saung Butut di Sagaranten Sukabumi

Sebelumnya, Endang beserta istri dan kedua anaknya tinggal di saung dan bekerja sebagai buruh tani. Saung dari bambu dan kayu serta beratapkan duan kelapa kering itu dibangun Endang dengan seizin pemilik kebun. Setiap hari Endang mengurus seluas 7 hektar kebun dengan upah Rp 500 ribu per minggu. Namun upah itu mesti dibagi-bagi terlebih Endang terlilit hutang.

Hidup sebagai orang tak mampu membuat Endang dan istri serta anaknya terpaksa makan rebus pepaya muda karena tidak mampu beli beras.

Endang pun kini sedang memikirkan anaknya yang kini berusia 6 tahun dan harus sekolah. Sudah pasti, biaya hidup keluarga itu akan bertambah. 

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kembali mendapatkan bantuan dalam penanganan wabah Virus Corona atau Covid-19. Kali ini, bantuan yang diterima berupa 100 buah Alat Perlindungan Diri (APD) dari Jaringan...

SUKABUMIUPDATE.com - Jumlah kasus infeksi virus Corona di seluruh dunia tercatat terus naik dan menjadi sekitar 1.5 juta orang. Dilansir dari tempo.co, virus yang menyebabkan sakit radang paru-paru ini...

SUKABUMIUPDATE. com - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Hendar Darsono membagikan ratusan paket sembako kepada warga Kampung Cibolang RT 33/07, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu...

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari tempo.co, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menerbitkan surat edaran agar pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah dengan status pembatasan sosial berskala...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya