Menu

11 Jan 2020, 15:15 WIB

19 Desa di Sukabumi Pakai Ambulans Wuling, Arista: yang Bermasalah Beli di Ciputat

PT Arista Jaya Lestari/Wuling Arista Sukabumi, yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi. | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Mobil ambulans tanpa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Cikujang Kecamatan Gunungguruh, bukan dibeli dari dealer Wuling Sukabumi.

"Mereka tidak membeli mobilnya dari kami. Jadi Wuling itu memiliki beberapa group, salah satunya Wuling Arista, yang cabangnya ada di Sukabumi ini," kata Sales Counter PT Arista Jaya Lestari/Wuling Arista Sukabumi, Indah Carolline, kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (11/1/2020).

Menurut Indah, dealer Wuling Sukabumi tak menjual unit kendaraan bermasalah.

BACA JUGA: Pilih Wuling, Ambulans Desa Cikujang Gunungguruh Sukabumi Tanpa STNK dan BPKB

Indah menjelaskan, beberapa group Wuling tersebut adalah Arista, Kumala, Maju Motor, Prima Motor, Hanawa, Bless dan AJM. Indah menyebut, mobil ambulans Desa Cikujang berasal dari PT Maju Motor di Ciputat Tangerang.

"Jadi itu bukan tanggungjawab kami dan silahkan itu urusannya dengan Maju Motor. Dealer Wuling yang ada di Sukabumi sendiri hanya dari Arista ini," tambah Indah.

BACA JUGA: Perangkat Desa Belajar Nyetir, Ambulans Pemdes Cimahpar Sukabumi Masuk Jurang

Indah mengatakan, beberapa desa di Sukabumi pun ada yang membeli mobil ambulans dari Wuling Arista Sukabumi, dan semuanya berjalan aman. Prosesnya, kata Indah, STNK dikeluarkan dalam 7 hingga 10 hari kerja sementara BPKB dalam 30 hari kerja. Ada 19 desa di Sukabumi yang beli ambulans dari PT Arista Jaya Lestari/Wuling Arista Sukabumi.

"Kalau ke kita itu, STNK dan BPKB ada semua. Pertama kali kami bekerjasama itu dengan Desa Karawang Kecamatan Sukabumi pada tahun 2017. Selain itu ada juga Desa Sukamulya, Sindangsari, Langensari, Rancagoong, Mekarsari, Sukaharja, Parakansalak, Sukaresmi, Cibolang Kaler, Nagrak, Padaasih, Kutasirna, Neglasari, Balekambang, Cibodas, Sukatani, Sukamanis, Cibatu," tandas Indah.

BACA JUGA: Jalan di Nagrak Utara Sukabumi Rusak Parah, Ambulans Angkut Orang Sakit Pun Harus Didorong

Sebelumnya, Pemdes Cikujang, Kecamatan Gununguruh, kebingungan sebab mobil ambulansnya tidak memiliki STNK dan BPKB. Ambulans dibeli pada Mei 2019, saat pemdes Cikujang dipimpin Kades sebelumnya.

Ketua BPD Desa Cikujang Ece Mulyana, menerima laporan bahwa Pemdes yang sebelumnya telah melakukan pembayaran atas ambulans tersebut. Uang sejumlah Rp 173 juta telah ditransfer kepada penerima atas nama Tedi, dari total harga mobil Rp 183 juta. Ece pun tidak tahu siapa Tedi itu.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Polda DIY telah memeriksa 13 orang yang dianggap mengetahui tragedi susur sungai SMP 1 Turi di Sungai Sempor, Sleman. Dari pemeriksaan tersebut, polisi telah menetapkan satu orang...

SUKABUMIUPDATE.com - Masih banyak misteri tersimpan di laut dalam, termasuk dengan para penghuninya. Paling baru, peneliti dibuat kaget dengan penemuan cumi-cumi raksasa dan hiu bercahaya. Para peneliti yang tergabung dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan listrik yang sering kali padam. Dalam sehari, bisa terjadi tiga kali padam. Sekali padam bisa sampai satu jam.  Menurut warga Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu orang Pembina Pramuka sekaligus guru di SMPN 1 Turi Sleman dengan inisial IYA sebagai tersangka kasus susur sungai. Status tersangka itu ditetapkan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya