Menu

21 Nov 2019, 14:15 WIB

Cari Sebab Kematian, Jenazah Pria yang Ditemukan di Kebun Sawit Cibadak Sukabumi Diotopsi

Jenazah pria yang ditemukan tak bernyawa di kebun sawit berada di RSUD Sekarwangi Cibadak dan rencananya akan diotopsi karena sudah ada izin dari pihak keluarga. | Sumber Foto:Syahrul Himawan

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi masih menyelidik penyebab kematian Eman Ahmadi (62 tahun) warga Taman Lestari 03/011, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Pria itu ditemukan tak bernyawa di dalam mobil di kawasan perkebunan kelapa sawit di Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban ditemukan dalam keadaan hanya pakai kaos dan celana dalam. Sedangkan celana panjangnya sudah terlepas. 

BACA JUGA: Geger Pria Bercelana Dalam Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Sawit Cibadak Sukabumi

Kapolsek Cibadak Kompol Hadi Santoso menyatakan polisi terus mengumpulkan keterangan dan memeriksa para saksi mata. “Penyelidikan dan pengumpulan data masih kami lakukan,” jelas Hadi.

Kini, jenazah korban sudah berada di RSUD Sekarwangi Cibadak dan akan diotopsi karena sudah ada izin dari pihak keluarga.

BACA JUGA: Jenazah Pria Tewas di Kamar Kontrakan Lamping Kota Sukabumi Dibawa ke Medan

Sejumlah anggota keluarga korban sudah nampak berada di RSUD Sekarwangi Cibadak, diantaranya istri Eman, Ani.

Ani mengatakan, suaminya meninggalkan rumahnya pada Rabu (20/11/2019) malam dan berpamitan untuk menghadiri rapat komunitas mobilnya di Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Setelah beberapa jam korban pergi dari rumah, Ani mencoba menghubungi korban namun hingga Kamis pagi tak ada jawaban apapun dari korban.

BACA JUGA: Pria Tua yang Ditemukan Tak Bernyawa di Baros Sukabumi Hidup Sebatang Kara

Yang didapat Ani adalah suaminya ditemukan dalam keadaan meninggal di kebun sawit. Setelah mendapatkan kabar itu, Ani mengaku langsung menuju lokasi bersama teman-temannya. Ani mengatakan, korban tidak tidak memiliki riwayat penyakit. Sehingga keluarga mengizinkan untuk dilakukan otopsi.

"Kalau harus diotopsi silahkan saja. Karena bapak tidak pernah sakit apapun," jelasnya.

Reporter : SYAHRUL HIMAWAN
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pelatih timnas U-16 Indonesia Bima Sakti membutuhkan pemain bermental baja untuk berlaga di Piala Asia U-16 2020. "Pemain yang saya inginkan adalah pemain bermental baja," ujar Bima seperti...

SUKABUMIUPDATE.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, bersama Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyambangi Koperasi Industri Kerajinan Rakyat (Kopinkra)...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang kuli bangunan digebuki polisi di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Polres Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia mengaku diperlakukan seperti binatang dengan digebuki dan diinjak-injak. Kuli bangunan...

SUKABUMIUPDATE.com - Masitoh (59 tahun ) janda asal Kampung Segel RT 18/05 Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi mengaku tak bisa perbaiki rumah yang nyaris roboh. Ia mengaku mengandalkan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya