Menu

02 Nov 2019, 21:33 WIB

Kapal Riset Baruna Jaya Tabrak Perahu Congkreng, Nelayan Cisolok Sukabumi Hilang

Perahu congkreng nelayan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, hancur terbelah dua setelah bertabrakan dengan Kapal Riset Baruna Jaya milik Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT), Sabtu (2/11/2019). | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Perahu congkreng nelayan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, hancur terbelah dua setelah bertabrakan dengan Kapal Riset Baruna Jaya milik Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT), Sabtu (2/11/2019). Akibat kejadian ini, satu orang dari nelayan hilang.

Korpos SAR Basarnas Sukabumi Faber Sinaga menyatakan, tabrakan tersebut terjadi selatan Pantai Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tepatnya pada koordinat perkiraan 07° 5'49.48"S/ 106°18'16.48"E.

BACA JUGA: Nelayan Hilang Digulung Ombak di Palabuhanratu, Life Jaket Terlepas dari Badan

"Kami menerima informasi adanya kejadian tersebut, sekitar pukul 14.53 WIB dari jarak radial 247.26°/ 16.6 Nm dari Pos Pencarian dan pertolongan Sukabumi dan radial 181, 18°/ 6,59 Nm dari Pantai Sawarna Kansar Banten," ujar Faber, kepada sukabumiupdate.com.

Perahu nelayan tersebut, kata Faber ditumpangi tiga nelayan asal Cisolok, Kabupaten Sukabumi yaitu Andi (33 tahun), Nurdin (40 tahun) dan Amit (50 tahun). 

BACA JUGA: Pencarian Hari Kedua Nelayan Hilang di Palabuhanratu Terkendala Ombak Tinggi

"Dua orang sudah dievakuasi ke kapal dan seorang hilang atas nama Amit. Hingga kini masih dalam pencarian," tandasnya.

Pihak keluarga korban, nelayan serta SAR Pos Pencarian dan Pertolongan Sukabumi, Polair Palabuhanratu dan HNSI masih menunggu kedatangan dua nelayan yang selamat dari kejadian ini di Dermaga Palabuhanratu.

Reporter : NANDI
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pedagang baju bekas atau Cimol di Kota Sukabumi, mengeluhkan dampak dari wabah Virus Corona atau Covid-19 terhadap pendapatan harian. Sebagian pedagang memilih menutup sementara usahanya, karena pembeli...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengumumkan Terminal 2 Bandara Changi akan ditangguhkan selama 18 bulan ke depan. Dilansir dari suara.com, di depan anggota parlemen Senin (6/4/2020), Khaw...

SUKABUMIUPDATE.com – Hingga kemarin, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi sudah melakukan 2139 rapid test. Hasilnya 6 positif, 584 negatif dan 1549 masih dalam proses, dimana rapid test ini bukan...

Oleh: Milah Nurhasanah  (Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Nusa Putra Sukabumi) Corona atau Covid-19 adalah virus yang pertama kali di temukan di kota Wuhan, China pada Desember 2019, tidak perlu waktu lama...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya