Menu

20 Okt 2019, 14:02 WIB

Cerita Penghuni Huntara Pergerakan Tanah Kertaangsana Sukabumi, Kalau Pagi Antri di Toilet

Toilet umum di lokasi Huntara korban pergerakan tanah di Kampung Rancabali, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Yusuf Tauziri

SUKABUMIUPDATE.com - Korban pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, sudah menghuni Huntara atau Hunian Sementara yang dibangun di Kampung Rancabali. Korban pergerakan tanah ini menghuni Huntara sejak akhir September 2019. 

Sukabumiupdate.com melihat langsung keadaan Huntara yang dihuni sebanyak 74 Kepala Keluarga (KK). Adapun, jumlah korban yang terdampak pergerakan tanah sebanyak 160 KK.

BACA JUGA: Semangat Abah Encep di Balik Huntara Pergerakan Tanah Kertaangsana

Huntara tersebut berkelir jingga dan biru dengan satu pintu juga satu jendela. Atapnya menggunakan rangka baja ringan.

Ruangan dalam Huntara yang dihuni korban pergerakan tanah Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Ahmad (62 tahun) adalah salah seorang penghuni Huntara tesebut. Dengan ruangan yang terbatas ini, Ahmad harus berbagi ruang dengan barang-barang serta perabotan rumah. Kendati Huntara tak senyaman rumah, Ahmad yang tinggal bersama istrinya ini bersyukur.

"Ya kalau sekarang bersyukur aja, mau gimana lagi namanya juga musibah," ungkapnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (20/10/2019).

BACA JUGA: Huntara Korban Pergerakan Tanah Kertaangsana Dibangun Ulang

Tinggal di Huntara, Ahmad mengaku tak kesulitan air. Namun untuk toilet umum yang tersedia cukup terbatas sehingga harus mengantri. "Kalau air sih kita Alhamdulillah gak kekeringan, karena pakai sumur bor. Tapi ya karena disini toilet umum jadi kalau pagi suka ngantri," ungkap Ahmad.

Ahmad sangat berharap kepada pemerintah untuk segera memberikan hunian tetap baginya dan warga yang terdampak peregerakan tanah Kertaangsana. 

"Rencana pindah mah ada, cuman mau pindah ke mana lagi rumah yang disana kan ancur. Mudah-mudahan dalam dua tahun kedepan, pemerintah bisa buatkan rumah permanen. Kalau emang tidak dibuatkan mau tidak mau harus bertahan aja disini," pungkasnya.

Reporter : YUSUF TAUZIRI
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sukabumi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2020).   Pada hari ini, siswa baru datang ke sekolah bersama orang...

SUKABUMIUPDATE.com - Jadwal bola Senin malam hingga Selasa dinihari, 14 Juli 2020, akan menyajikan rangkaian laga LigaInggris, Serie A Liga Italia, dan La Liga Spanyol. Dilansir dari tempo.co, dari Liga...

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi menyebut Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah, harus mendapatkan izin dari Gugus Tugas Penanggulangan Penyebaran Covid-19 Kota Sukabumi....

SUKABUMIUPDATE.com - Frekuensi buang air besar setiap orang tidak sama. Seseorang bisa saja terbiasa buang air tiga kali sehari tapi orang lain ada yang biasanya hanya buang air sebanyak...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya