Menu

17 Okt 2019, 13:02 WIB

Dicurigai Warga Cidahu Sukabumi, Pendatang Tinggal di TNGHS untuk Tirakat

Suasana mediasi antara warga Kampung Padepokan, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Muspika Cidahu dengan warga pendatang yang tinggal di Pondok Gusti di kawasan TNGHS. Warga pendatang ini dicurigai karena sering beraktivitas malam. | Sumber Foto:CRP 3

SUKABUMIUPDATE.com - Muspika Cidahu menggelar mediasi bersama para warga pendatang yang dicurigai warga di Kampung Padepokan, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Mediasi yang dihadiri empat perwakilan warga pendatang ini dilakukan di ruang aula Kecamatan Cidahu, Kamis (17/10/2019).

Camat Cidahu Ading mengatakan, tujuh warga pendatang dari Depok dan Jakarta itu berada di sebuah bangunan yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) untuk tirakat.

BACA JUGA: Takut Jadi Lokasi Latihan Teroris, Warga Cidahu Sukabumi Laporkan Pendatang di TNGHS

"Tujuan mereka itu tirakat. Kita tidak bisa menghalangi ibadah seseorang, tapi kita juga tidak boleh mentoleransi seseorang itu melanggar aturan," ujar Camat Cidahu, Ading kepada sukabumiupdate.com.

Dalam mediasi tersebut, Muspika mengambil sidik jari empat orang perwakilan pendatang yang hadir di mediasi tersebut. Ading mengatakan, para pendatang ini lima orang asal Depok dan dua orang asal Jakarta. Totalnya sembilan orang tapi dua lainnya masih balita.

Ading mengatakan, kecurigaan warga timbul karena para pendatang itu tidak meminta izin serta melakukan kegiatan di malam hari. Sedangkan di kampung tersebut dilarang melakukan kegiatan pada malam hari. "Kearifan lokal itu harus dihormati, karena di kampung tersebut tidak boleh melakukan kegiatan malam hari di Pondok Gusti dari dulu," ucapnya.

Selain itu, para pendatang ini tinggal di Pondok Gusti yang ada di kawasan TNGHS. Dimana dalam aturan TNGHS pengunjung atau warga tidak boleh bermalam di bangunan tersebut. "Para pendatang itu sudah menyalahi aturan, wajar saja warga menjadi curiga," pungkasnya.

Pihak pemerintah masih mengizinkan warga pendatang ini untuk melanjutkan tirakatnya. Namun harus dilakukan di rumah warga.

Reporter : CRP 3
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sukabumi Cabang Cicurug, terus berupaya meningkatkan pelayanan prima bagi nasabah. Hal itu untuk memberikan rasa puas dan kenyamanan bagi nasabah, sehingga jumlah...

SUKABUMIUPDATE.com -  Penyerang Persib Bandung, Wander Luiz merasa sudah mulai bisa melakukan kombinasi yang baik bersama rekannya di lini depan Maung Bandung, Geoffrey Castillion usai menjalani dua laga uji...

SUKABUMIUPDATE.com -  Telur salah satu sumber energi dan protein tertinggi. Karena itu, telur selalu menjadi pilihan menu diet untuk menurunkan berat badan. Dikutip dari suara.com, Selain tinggi protein, telur juga...

  SUKABUMIUPDATE.com - Ketua PMI Kabupaten Sukabumi dr Hondo Suwito menyatakan, Kabupaten Sukabumi dengan jumlah penduduk 2,5 juta jiwa idealnya membutuhkan darah hingga 50 ribu labu per tahun.  Hal itu, kata...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya