Light Dark

Video Viral Warga Palabuhanratu di Wamena Minta Bantuan, Kades Citarik: Itu Warga Kami!

Sukabumi | 05 Oct 2019, 22:47 WIB

Video Viral Warga Palabuhanratu di Wamena Minta Bantuan, Kades Citarik: Itu Warga Kami!

Sukabumi | 05 Oct 2019, 22:47 WIB
Screenshoot video viral sembilan orang warga yang mengaku berasal dari Palabuhanratu tengah berada di kawasan Wamena, Papua. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video viral berdurasi 1,38 menit beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Isinya, tentang keberadaan sejumlah warga yang mengaku berasal dari Palabuhanratu sedang berada di wilayah konflik Wamena, Papua.

BACA JUGA: Viral! Video Warga Palabuhanratu di Wamena Papua Minta Bantuan, Cek Penelusurannya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Citarik, M Ledi Nurledi membenarkan bahwa memang itu adalah warganya. "Sudah kami konfirmasi ke keluarganya. Untuk sementara waktu Pemdes Citarik sudah memohon bantuan ke pihak Pemda melalui camat untuk pemulangan warga tersebut," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (5/10/2019) malam melalui sambungan telepon.

BACA JUGA: Menkes Sebut 31 Orang Meninggal Akibat Kerusuhan di Wamena

Dari video yang beredar, lanjut Ledi, ada tiga warga yang dikenali, yakni Narsono warga Kampung Cisaat RT 07/04 Desa Citarik, Ijam warga Kampung Gadog RT 02/13 Desa Citarik dan Lili warga Kampung Buniasih RT 01/04 Desa Tonjong, Kecamatan Pelabuhanratu.

"Kami masih mencari info siapa-siapa saja itu. Sambil menunggu dari pihak Pemda yang akan koordinasi dengan Dinsos di Papua. Mudah-mudahan tidak ada hambatan dalam upaya pemulangannya," tandas Ledi.

BACA JUGA: Pengungsi Wamena Kena Pungli Rp 1,5 Juta Biaya Hercules

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri mengatakan informasi mengenai berita tersebut sudah disampaikan ke Dinsos Kabupaten Sukabumi untuk segera ditindaklanjuti

"Bahkan kami sudah mendapatkan nomor kontak yang bersangkutan. Pembicara dalam video tersebut Bapak Ijam sudah ada nomor kontaknya. Kabar terakhir, saat Bapak Ijam masih berada di penampungan Jayapura," singkatnya.

Image

Herlan Heryadie

Redaktur

Image

NANDI

Reporter