Menu

14 Sep 2019, 15:20 WIB

Curhat Dua Keluarga Korban Meninggal Keracunan Nasi Uduk di Bantargadung

Wati tengah memegang foto anaknya, Rendi (9 tahun) yang meninggal dunia pasca kejadian keracunan massal di Kampung Pangkalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban meninggal dunia akibat keracunan massal di Kampung Pangkalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Dua Korban Keracunan Bantargadung Meninggal Dunia, Dinkes: Ada Penyakit Penyerta

Seperti diketahui, korban meninggal dunia bernama Dewi Agung (37 tahun) dan seorang anak berusia sembilan tahun bernama Randi. Dewi meninggal di RS Sekarwangi sedangkan Randi di RS Palabuhanratu. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menyebut dua orang yang meninggal selain keracunan juga memiliki penyakit penyerta.

BACA JUGA: Seorang Anak Korban Keracunan di Bojonggaling Meninggal Dunia

Muhammad Rizki Maulana (21 tahun) anak dari almarhum Dewi Agung mengaku sudah mengikhlaskan kepergian ibundanya.

"Saya tahu ibu sakit pas pulang ke rumah. Waktu itu lagi kerja. Dapat kabar hari Kamis sekitar jam 10 malam. Dikasih tahu keluarga kalau ibu meninggal. Saya serahkan semua sama Allah. Namanya juga musibah. Mungkin sudah syariatnya ibu meninggal dari kejadian ini. Insyaallah kami sekeluarga sudah ikhlas," kata Rizki pasrah.

BACA JUGA: Bertambah, Korban Meninggal Akibat Keracunan di Bojonggaling Jadi Dua Orang

Hal senada juga diungkapkan Wati (48 tahun) ibu dari korban meninggal dunia Rendi. Wati juga sudah mengikhlaskan kepergian anak bungsu dari lima bersaudara tersebut. Menurutnya, apa yang nenimpa anaknya sudah kehendak yang Maha Kuasa.

"Saya mah sudah ikhlas. Tidak akan ada tuntutan atau dendam-dendaman. Sudah nasibnya anak saya harus meninggal seperti itu. Anak saya meninggal jam 1 malam di RS Palabuhanratu," pungkas Wati.

Reporter : NANDI
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak informasi beredar menyatakan bahwa virus penyebab COVID-19 sengaja dibuat atau produk rekayasa laboratorium. Dilansir dari tempo.co, hasil studi yang hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine...

SUKABUMIUPDATE.com - Disinfektan menjadi salah satu bahan kimia yang penting buat masyarakat saat wabah virus corona sebab kandungan alkohol dan klorinnya dipercaya bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada barang-barang...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau biasa dijuluki "Si Melon". Informasi yang dihimpun, kelangkaan terjadi sejak empat hari...

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pelaksanaan isolasi lokal di Kabupaten Cianjur, Senin (30/3/2020), Pemkab Cianjur baru menutup akses masuk dari luar kota melalui Jalur Puncak. Rombongan pemudik asal Jakarta pun dihentikan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya