Menu

22 Agu 2019, 23:46 WIB

Warga Purajati Cisolok Sukabumi Empat Bulan Krisis Air Bersih

Warga saat antri mengisi air bersih dari sumber mata air dari tempat pemandian umum di Kampung Purajati, RT 01 dan 02 RW 11, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Kekeringan akibat musim kemarau di Kampung Purajati, RT 01 dan 02 RW 11, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi sudah lama terjadi.

BACA JUGA: Warga Pasirpetir Warungkiara Dua Bulan Krisis Air Bersih

Ketua RW 11, Fahrudin mengungkapkan, warga di dua RT tersebut sudah mengalami kesulitan air bersih sekitar empat bulan yang lalu sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama ini warga harus antri di tempat penampungan air umum.

"Ada sumber air yang biasa di gunakan warga, namun debit airnya kecil. Itu dari sumber mata airnya memang kecil. Jarak tempat penampungan air dari mata air sekitar empat kilometer. Hampir setiap hari warga mandi sekali dalam satu hari dengan air satu ember kecil ukuran lima liter. Itupun harus mengantri dulu selama 24 jam," ujarnya.

BACA JUGA: Krisis Air Bersih, Warga Jujuluk Pasir Randu Sukabumi Mandi Dua Hari Sekali

Sementara itu, salah seorang warga, Rika mengaku satu hari penuh dirinya mengantri air pulang pergi untuk kebutuhan sehari-hari untuk kebutuhan mencuci  dan mandi di tempat pemandian umum yang sudah sejak lama ada di Kampung Purajati.

"Dalam satu hari saya hanya mampu mendapatkan air bersih sebanyak satu ember besar bekas cat tembok. Untuk mendapatkan air saya harus antri disini. Harus antri selama 24 jam karena penduduk disini banyak," ungkapnya.

"Ambil air tidak dibatas. Siapa yang sabar dan mau antri selama 24 itu ya dapat banyak air bersihnya, tapi tidak kurang dari dua jerigen ukuran 25 liter biasanya. Air ngucur paling sebesar buntut tikus," jelasnya.

BACA JUGA: Kekeringan, Warga Cidahu Sukabumi Tampung Air dari Pipa PDAM Bocor

Kalau sudah mentok, Rika bisa mengambil air dari sungai untuk kebutuhan mandi keluarganya. Untuk bisa ke sungai, harus menempuh sekitar dua sampai tiga kilometer.

"Ada Sungai Citiis, meskipun kondisi air tidak terlalu bersih mau bagaimana lagi. Kalau untuk bantuan  air bersih pernah ada, cuma satu kali. Kalau kami, warga, di musim seperti ini ya berharap ada bantuan rutin karena untuk kebutuhan sehari-hari," tandasnya.

Reporter : NANDI
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) penerapan PSBB proporsional sebagai persiapan menuju normal baru atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) di seluruh kabupaten/kota Jawa...

SUKABUMIUPDATE.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menemukan setidaknya 382 pedagang di 64 pasar berbagai daerah positif Covid-19. Dari total tersebut 25 orang diantaranya meninggal dunia karena terpapar penyakit...

SUKABUMIUPDATE.com - Manajemen Bioskop Moviplex Sukabumi mengaku sudah menyiapkan skenario untuk nanti diterapkan saat bioskop tersebut kembali dibuka dalam pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) alias new normal di Kota...

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki pekan pertama bulan Juni 2020 ditengah Pandemi corona atau Covid 19, harga beberapa jenis ikan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi melonjak. BACA JUGA: Nelayan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya