Menu

Senin, 17 Juni 2019, 15:27 WIB

Viral Jembatan Beda Nasib di Sukabumi Setengah Dicor Setengah Papan, Ini Penyebabnya?

Jembatan penghubung Kampung Lembur Jami, Desa Karanganyar, Kecamatan Jampangkulon, dengan Kampung Cikarang, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran yang separuh beton dan separuh papan. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Netizen kembali membuat heboh jagat medsos Sukabumi dengan memposting sebuah jembatan beda alam beda nasib, karena setengah badannya sudah dicor beton setengahnya lagi masih papan kayu. Postingan tanpa keterangan lokasi ini dishare di grup Facebook Pilkada Kabupaten Sukabumi sehingga membuat ramai respon netizen, karena memang 2020 Kabupaten Sukabumi akan kembali memilih kepala daerah.

Terlepas dari urusan politik, redaksi sukabumiupdate.com, Senin (17/6/2019) berhasil menemukan jembatan unik bin ajaib ini. Jembatan ini berada di atas sungai Cikarang tepatnya Leuwi Roke, yang menjadi akses penghubung antar desa dan dua kecamatan. 

BACA JUGA: Darurat, Warga Bangun Jembatan Penghubung Kampung Adat Sukabumi

Dengan total panjang 18 meter dan lebar 3 meter, jembatan dengan rangka besi baja ini menghubungkan Kampung Lembur Jami Desa Karanganyar, Kecamatan Jampangkulon, dengan Kampung Cikarang, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

Dan memang kurang dari setengah dari panjang jembatan ini sudah dicor beton, sementara lebih dari setengahnya masih dari susunan papan kayu (bentuk aslinya). "Bagian yang dicor tersebut masuk ke wilayah Desa Karanganyar," ucap Keka, pemilik warung warga Kampung Lebaknangsi, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, kepada sukabumiupdate.com, Senin(17/6/2019).

BACA JUGA: Lagi Jembatan di Tegalbuled Sukabumi Rusak, Alas Kayu Bolong dan Tali Sling Putus

Menurut Keka, yang belum dicor itu mungkin masuk ke Wilayah Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran. "Yang dicor pun belum lama, baru sekitar 2 atau 3 mingguan, dibangun sebelum Lebaran," pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Popon (60 tahun) warga Kampung Cikarang RT 07/02 Desa Sukamukti. “Bagian yang dicor sekitar 9 meter dilakukan oleh Pemerintah Desa Karanganyar, sisanya sekitar sembilan meter lagi bagian Pemdes Sukamukti, namun kurang begitu tahu kapan mau dibangunnya," jelasnya.

BACA JUGA: Berumur Puluhan Tahun, Jembatan Bambu di Tegalbuleud Sukabumi Bikin Was-was Warga

Popon menambahkan bahwa jembatan penghubung ini dibangun sekitar 15 tahun lalu. Dulu hanya jembatan bambu atau rawayan, dan dibangun oleh pemerintah pakai besi dengan alas masih menggunakan papan atau kayu. 

Warga berharap bagian yang belum dicor segera diperbaiki karena pembangunan yang sudah dilakukan tidak akan berfungsi maksimal jika bagian lainnya dari jembatan ini masih dari kayu. “Ya kita berharap seera dicor semua, jadi jembatan ini bisa maksimal dilalui untuk semua kegiatan warga,” pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Proses Pemilihan kepala Desa (Pilkades) serentak di kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, berjalan kondusif. Terdapat lima desa yang melaksanakan Pilkades di Kecamatan Cikidang pada Minggu (17/11/2019), yaitu Desa Cikidang,...

SUKABUMIUPDATE.com – Empat desa di Kecamatan Ciemas Kabupaten sudah melaporkan rekap hasil penghitunga suara hasil Pilkades 2019. Ada enam belas calon kades yang bertarung menuju kursi kepala desa Ciwaru,...

SUKABUMIUDPATE.com - Jumlah korban keracunan di Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, terus bertambah. Dari data terbaru, jumlah korban keracunan yang diduga dari makanan mencapai 77 orang. Dari jumlah itu,...

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, anak muda atau kalangan milienial yang melakukan usaha harus memiliki keberanian.  BACA JUGA: Tangani CPUGG, Pemkab Sukabumi Resmi Gandeng Izu Peninsula Jepang "Kalau tidak berani...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya