Menu

20 Mei 2019, 01:01 WIB

Viral Anggota KPPS di Bojonggenteng Sakit Tak Kunjung Sembuh, KPU: Diagnosa Tak Jelas

Anggota KPPS di TPS 16 Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi bernama Peli Supeli, terbaring tak sadarkan diri karena sakit sejak selesai melaksanakan tugasnya saat pemilu serentak beberapa waktu yang lalu. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Malang dialami salah satu anggota KPPS di TPS 16 Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, bernama Peli Supeli. Pasca bertugas, Peli mengalami sakit dan sampai sekarang hanya bisa terbaring dengan kondisi tak sadarkan diri sejak sepekan yang lalu.

Kabar Peli Supeli sempat viral di salah satu grup media sosial Facebook. Belakangan diketahui, Peli mulai mengalami sakit yang tak kunjung sembuh setelah selesai menjalankan tugasnya menjadi anggota KPPS.

BACA JUGA: Catatan KPU Kabupaten Sukabumi Pasca Pemilu Serentak 2019

Postingan diunggah akun bernama Dhe Bastian Listanto pada Minggu (19/5/2019). Hingga Minggu malam, postingan tersebut sudah mendapat lebih dari 160 komentar dan dua kali dibagikan. Dalam keterangan postingan tersebut, tertulis Peli pada hari Kamis (16/5/2019) lalu, dalam kondisi yang lemah, sempat mengeluarkan kata-kata dan menyebut nama salah satu calon presiden. 

"Assalamualaikum. Mudah2an ada yang bisa m3mbantu dan di publikasikeun supaya tiasa aya tanggapan dari KPU daerah dan ataupun Pusat. Tetangga kami, nama Peli Supeli, alamat kp limbangan RT. 17/03 cibodas bj genteng sukabumi. Adalah anggota kpps TPS 16 desa Cibodas bj genteng, dari selesai menjalankan tugas sbg anggota kpps sampai hari ini mengalami sakit yg tdk kunjung sembuh malah 1 minggu ini korban (red) mengalami tidak sadarkan diri total, terakhir 3 hari yg lalu tepatnya 16 Mei 2019 kata2 terakhir yg keluar dr mulutnya hanya salah satu dari calon presiden saja. Yang menjadi miris dr pertama sakit sampai tidak sadarkan diri saat ini korban (red) belum juga mendapatkan perawatan yang maksimal dikarenakan terbentur biaya.

Yang paling sangat prihatin korban (red) adalah seorang guru ngaji dan juga seorang DKM mesjid sekaligus imam mesjid Jami kp kami. Bisa di bayangkan berap lama anak2 kami tidak lg bisa mengaji dan mendapatkan ilmu agama. Mohon agar bisa di bantu di viralkan agar cepat mendapat bantuan. Trmksh," tulis akun Dhe Bastian Listanto.

Screenshot unggahan facebook dari akun bernama Dhe Bastian Listanto pada Minggu (19/5/2019). | Sumber Foto: Istimewa

BACA JUGA: Petugas KPPS Meninggal di Pemilu 2019 Hampir Tembus 500 Orang

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman menjelaskan, selama sakit, Peli sempat dirawat di sebuah rumah sakit, namun dari keterangan keluarga yang ia terima, pihak keluarga tak ingin membawa Peli dibawa ke rumah sakit lagi, melihat kondisinya yang kian hari makin memperihatinkan serta tak ada perkembangan yang terlihat selama di rawat di rumah sakit pada saat itu.

"Rencananya, KPU Kabupaten Sukabumi akan menjenguk Peli di kediamannya pada hari Senin (20/5/2019). Saya dapat info awal dari PPK, diagnosa dokter tidak jelas penyakitnya. Insyaallah, besok saya jenguk"," tandasnya.

Redaktur : MUHAMMAD GUMILANG
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Memperingati Hari Sepeda Sedunia, Gerakan Bike to Work (B2W) Indonesia mengeluarkan protokol kesehatan dalam bersepeda untuk mencegah Covid-19 di era new normal. "Hari sepeda sedunia ini B2W tidak...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan penambahan pasien baru Covid-19 hari ini, Rabu, 3 Juni 2020, mencapai 684 orang. "Sehingga total menjadi 28.233 kasus," kata...

SUKABUMIUPDATE.com - Setidaknya 127 wartawan di 31 negara di dunia meninggal setelah terinfeksi virus corona dalam tiga bulan terakhir. Lembaga nirlaba yang bermarkas di Jenewa, Swiss, Press Emblem Campaign...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut insentif bagi tenaga medis di tengah pandemi Covid-19 baru cair Rp 10,45 miliar dari total Rp 5,6 triliun. Dia menjelaskan dana Rp 10,45...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya