Menu

18 Mei 2019, 13:51 WIB

Tinggal Sendiri di Rumah Nyaris Ambruk, Kisah Pilu Kakak Beradik di Cikole Sukabumi

Kondisi rumah tidak layak huni dan nyaris ambruk yang ditinggali kakak beradik, Ahmad Royani (24 tahun), Siti Mubarokah (16 tahun) dan Wini Agustini (13 tahun) di Kampung Babakan Jampang, RT 001/019, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. | Sumber Foto:CRP 1

SUKABUMIUPDATE.com - Cerita memilukan datang dari kakak beradik, Ahmad Royani (24 tahun), Siti Mubarokah (16 tahun) dan Wini Agustini (13 tahun). Tanpa orang tua, mereka tinggal di rumah tidak layak huni dan nyaris ambruk di Kampung Babakan Jampang, RT 001/019, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Rumah tersebut sudah sangat memprihatinkan, berada di tebing yang sudah longsor. Sebagai dinding rumah dilapisi triplek beratapkan seng. Mereka hanya tinggal bertiga, karena ayahnya telah tiada meninggal tiga tahun yang lalu akibat kecelakaan. Sedangkan ibu mereka di Bogor semenjak bercerai. 

BACA JUGA: Kakek Tua Sebatang Kara di Kota Sukabumi Tinggal di Pos Satpam

"Kami hanya tinggal bertiga disini, karena ayah kami telah meninggal tiga tahun yang lalu karena kecelakaan, dan ibu kami tinggal di Bogor, karena sejak dua belas tahun yang lalu sudah berpisah dengan ayah saya," tutur Ahmad kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (18/5/2019).

Kakak beradik, Ahmad Royani (24 tahun), Siti Mubarokah (16 tahun) berdiri di rumah tidak layak huni dan nyaris ambruk yang ditinggalinya di Kampung Babakan Jampang RT 001/019, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Selain Ahmad dan Siti, mereka tinggal bersama si bungsu Wini Agustini.

Ahmad bersama kedua adiknya Siti dan Wini tak tenang diam dirumah tersebut. Mereka kerap dihantui perasaan was-was tiba-tiba rumahnya ambruk terbawa longsor. 

BACA JUGA: Kisah Kakek Ujang, Kerja Menggembala Kambing dan Huni Gubuk di Citamiang Sukabumi

"Iya disini sangat rawan longsor, malah yang didepan mah udah empat kali longsor, dan rumah ini juga udah beberapa kali mengalami rubuh, namun terus diperbaiki seadanya," imbuh Ahmad.

Meski dalam keadaan serba kekurangan, mereka belum pernah mendapat bantuan dari pihak manapun. Pernah ada dari pihak pemerintah mengambil foto rumah mereka namun perbaikan tak kunjung datang. "Belum pernah ada bantuan, paling pernah ada yang datang dan foto-foto aja," pungkasnya.

Reporter : CRP 1
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com – Tim Sukabumi FC (Football Club) U-18 pernah mengukir prestasi gemilang tahun 2012 silam, jadi juara turnamen Suratin Jawa Barat. Delapan tahun berlalu, kini skuad Sukabumi FC...

SUKABUMIUPDATE.com - Vihara Nam Hai Kwam Se Im Pu Sa melakukan persiapan menjelang perayaan Imlek tahun 2020. Nampak vihara yang biasa disebut Vihara Dewi Kwan Im di Kampung Citaringul, Desa Sangrawayang,...

SUKABUMIUPDATE.com - IndiHome sebagai layanan triple play milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya memberikan layanan terbaik dan apresiasi bagi pelanggan. Mewujudkan itu, PT. Telkom Regional Jawa Barat...

SUKABUMIUPDATE.com - Rumah milik warga Kampung Bojonggenteng RT 06/02, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi disegel bank Koperasi Simpan Pinjam Dian Mandiri (Diman). Penyegelan dilakukan sejak Selasa 7 Januari...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya