Menu

24 Apr 2019, 20:59 WIB

Ruas Jalan Sukabumi-Bogor Diterjang Longsor, Warga Tuding Akibat Proyek

Kondisi bahu jembatan Cikalang Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (24/4/2019). | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan dengan intensitas tinggi dan adanya proyek pengecoran di ruas Jalan Raya Sukabumi-Bogor, mengakibatkan bahu Jembatan Cikalang, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, diterjang longsor, Rabu (24/4/2019). 

BACA JUGA: Jalur Cikidang Sukabumi Longsor, Alat Berat Diturunkan

Informasi yang dihimpun, longsor tebing jembatan setinggi 5,5 meter, dengan panjang kurang lebih 25 meter itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Sejumlah tiang listrik serta pohon di sekitar ikut roboh terdampak longsoran itu.

"Itu diakibatkan adanya proyek pengecoran jalan. Bahkan pihak pelaksana proyek mengali aspal jalan menggunakan alat berat, tidak memperhatikan keberadaan saluran air, hingga terjadi longsor," ujar warga sekitar Soleh (47tahun) kepada sukabumiupdate.com.

Menurut Soleh, meskipun selama ini wilayahnya sering diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Namun, sebelum ada pengecoran jalan, bencana longsor di lokasi dekat jembatan ini belum pernah terjadi. "Jadi jangan salahkan hujan, longsor ini terjadi setelah ada proyek ini," tegas Soleh.

Sementara itu, perwakilan PT Lumbung Pinayung Risqi atau pelaksana proyek pengecoran jalan, Iwan Gunawan membantah kejadian longsor disebabkan adanya proyek yang sedang dikerjakannya.

"Longsor ini bukan gara-gara ada pengerjaan proyek yang sedang kami laksanakan, tapi lebih kepada tingginya intensitas hujan," dalihnya.

BACA JUGA: Diguyur Hujan, Jalur Kereta Sukabumi-Bogor Kembali Longsor

Di lokasi terjadinya longsor, Iwan menegaskan tidak sedang dalam pengerjaan pengecoran. Sehingga, tudingan terhadap proyeknya yang menyebabkan longsor sama sekali tidak benar.

"Saya katakan tudingan itu tidak benar sama sekali, longsor ini sudah bencana alam dan bukan akibat proyek yang kami kerjakan," ungkap Iwan.

Untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, pekerja proyek bersama petugas dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) langsung memasang garis pembatas dan menutup tebing jalan yang longsor menggunakan terpal.

 

Reporter : RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis daftar narapidana kasus korupsi yang kemungkinan bebas bila Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly benar-benar merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012...

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kesehatan mengajak warga Sukabumi yang berprofesi di bidang kesehatan untuk bergabung menjadi sukarelawan yang nantinya akan ditempatkan di Rumah Sakit (RS) darurat Covid-19. Penerimaan sukarelawan dalam penanganan Covid-19...

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah pandemi virus corona baru alias COVID-19, beraktivitas fisik tetap harus dilakukan demi menjaga daya tahan tubuh. Dilansir dari tempo.co, bolehkah olahraga sampai ke luar rumah...

SUKABUMIUPDATE.com - Berbagai upaya dalam mengantisipasi dan memutus penyebaran virus corona atau covid-19 terus dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Sukabumi. Salah satunya, melalui program unggulan Udunan Online, program yang...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya