Menu

22 Apr 2019, 10:44 WIB

Tanah Retak di Desa Kertaangsana Sukabumi Meluas, Warga Tetap Bertahan Tunggu Solusi

Teras rumah retak akibat bencana pergerakan tanah di Kampung Gunung Batu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Bencana ini terjadi sejak Minggu (21/4/2019). | Sumber Foto:Demmi Pratama

SUKABUMIUPDATE.com - Pergerakan tanah menyebabkan jalan amblas dan rumah warga rusak di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Bencana ini juga membuat retakan besar di sawah warga.

Anggota BPBD Kecamatan Nyalindung Asep Has mengatakan, kejadian terjadi sejak Selasa (16/4/2019) lalu. Peristiwa tersebut diakibatkan hujan yang terus menerus mengguyur.

BACA JUGA: Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi, Satu Rumah Terancam Amblas

"Saya langsung cek lokasi untuk melakukan assesment dan ternyata ada retakan tanah di atas jalan provinsi sepanjang 100 meter. (Kemudian) yang paling besar retakan di area sawah karena air hujan masuk ke celah retakan," ungkap Asep kepada sukabumiupdate.com, Senin (22/4/2019).

Setelah tiga hari berikutnya retakan di jalan provinsi semakin melebar bahkan jalan amblas. Lalu pada Minggu (21/4/2019) tanah retak meluas ke pemukiman warga. Dari data sekitar 25 rumah rusak ringan akibat bencana tersebut.

"Pergerakan tanah terjadi di RT 02 dan 03 di RW 09 Kampung Gunungbatu Liunggunung, Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi tepatnya pinggir jalan provinsi," imbuhnya.

Meski demikian, warga penghuni 25 rumah yang mengalami kerusakan tidak mengungsi meski pada kenyataanya mereka resah.

BACA JUGA: Pergerakan Tanah di Cisolok Sukabumi Kembali Terjadi, 39 KK Mengungsi

Kepala Desa Kertaangsana Agus Sudrajat, meminta BPBD Kabupaten Sukabumi mendatangkan tim ahli yang melakukan kajian bencana pergerakan tanah ini karena warga cemas dengan bencana tersebut.

"Saat ini warga kami masih memilih untuk tetap tinggal di rumah masing-masing, namun rasa khawatir tentu pasti ada. Makanya kami berharap pihak BPBD untuk segera melakukan kajian dan mitigasi bencana di wilayah kami, agar keresahan masyarakat ini bisa terjawab," pungkasnya.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Hubungan bisnis antara Medina Zein dan Irwansyah memburuk hampir setahun belakangan. Konflik mencuat saat Medina Zein melaporkan Irwansyah karena diduga telah melakukan penggelapan dana perusahaan Bandung Makuta...

SUKABUMIUPDATE.com - Jenazah Muhammad Akbar (15 tahun) santri yang hanyut di Sungai Cibeber, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi telah tiba di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Jumat (14/8/2020)...

SUKABUMIUPDATE.com - Arsenal akhirnya secara resmi mengumumkan perekrutan Willian dari Chelsea. Gelandang asal Brasil itu hengkang setelah tak Chelsea tak mampu memenuhi permintaan si pemain soal kontrak barunya. Kepastian itu...

SUKABUMIUPDATE.com - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Akhmad Hadian Lukita, memberikan penjelasan mengenai adanya hukuman kepada klub yang tidak ikut alias mundur dari lanjutan Liga 1...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya