Menu

Rabu, 03 April 2019, 23:00 WIB

Reaksi SPI Soal Lahan Garapan Petani Sagaranten Sukabumi Diambil Alih Perusahaan

Papan pemberitahuan PT Indah Bumi Plantasi Sagaranten yang terpampang diatas lahan garapan petani Desa Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Demmi Pratama

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua DPC Serikat Petani Indonesia (SPI) Rojak Daud mengecam tindakan PT Indah Bumi Plantasi yang melarang petani di Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, menggarap lahan perusahaan tersebut.

"Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi di tengah persoalan Agraria sedang menjadi Issue yang terus diperjuangkan untuk keadilan kepemilikan hak atas tanah," ungkap Rojak kepada sukabumiupdate.com, Rabu (3/4 /2019). 

Rojak menambahkan larangan tersebut adalah sebuah kesalahan. Sebab menurutnya, tidak ada tanah milik atas nama perusahaan. Seperti yang diatur dalam Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 adalah Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Guna Pakai (HGP) karena diberikan oleh Negara dalam jangka waktu yang dibatasi dan akan dikembalikan kepada Negara. 

BACA JUGA: Lahan Garapan Diambil Alih, Petani Sagaranten Sukabumi Dibuat Kebingungan

Rojak pun menyebut surat pemberitahuan larangan menggarap sebuah teror."Saya melihat pengumuman tersebut adalah sebagai bentuk teror dan pembodohan terhadap masyarakat awam dan petani," tegas Rojak. 

Rojak mengatakan jika HGB yang dipegang oleh perusahaan tidak serta merta mengharuskan lahan yang sudah menjadi sawah diambil alih oleh perusahaan. 

Hal itu karena perubahan fungsi dari sawah menjadi daratan atau menjadi bangunan itu tidak diperbolehkan dalam pasal tersebut, terlebih jika pengakuan petani sebelumnya sudah menghasilkan kesepakatan. 

"Karena lahan yang sudah menjadi sawah walaupun masuk di HGU/HGB harus tetap dimanfaatkan oleh petani setempat, kalau perusahaan masih memaksa pemerintah harus mengevaluasi Perizinannya. Dan SPI siap mengawal untuk mempertahankan lahan sawah tersebut untuk petani. Jangan sampai keberadaan perusahaan menjadi penyebab problem kemiskinan di masyarakat," pungkasnya.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Waluran melaksanakan penerapan Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2019, berupa pengaspalan jalan desa di Kampung Babakanpetir - Kampung Pangkalan Desa Waluran, Kecamatan Waluran, sepanjang...

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Golkar Dewi Asmara mengajak masyarakat Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mendeteksi makanan instan atau non instan yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi mencatat ada 111 Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap). Para WNA tersebut memiliki Kartu Tanda...

SUKABUMIUPDATE.com - Sesosok mayat bayi perempuan di temukan di bebatuan Sungai Cimuncang, Kampung Pamoyanan RT 2 RW 5, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Rabu (16/1/2019). Kondisinya telanjang bulat, sudah membusuk. Warga...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya