Menu

08 Peb 2019, 15:36 WIB

Fasos dan Fasum Minim, Warga Perum di Parungkuda Sukabumi Kecewa

Pihak Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi melakukan sidak perumahan di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Jumat (8/2/2019). | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Perumahan Mayanti Residence, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, kecewa dengan pihak pengembang karena tidak memenuhi Fasilitas Umum (Fasum ) dan Fasilitas Sosial (Fasos).

"Fasum dan fasos tersebut belum dipenuhi pengembang seperti taman bermain anak, ruang terbuka hijau, tempat pemakaman umum, penerangan jalan umum, sarana olah raga," ungkap warga perum Mayanti Residence, Jayabakti.

BACA JUGA: Kades Caringin Sukabumi Curiga Izin Pembangunan Perum di Wilayahnya Kadaluarsa

Jayabakti, mengungkapkan jangankan memenuhi fasos dan fasum, ruang terbuka di samping mushola dilingkungan perum tersebut malah akan dibangun rumah bersubdisi. "Kami sebagai warga mengharapkan kepada pihak pengembang untuk memenuhi fasum dan fasos sesuai aturannya," ujarnya.

Pihak Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi melakukan sidak perumahan tersebut. Hasilnya dinas menemukan beberapa permasalahan.

"Berdasarkan inventarisasi dan identifikasi  dilokasi yang kita lakukan hari ini di Mayanti Residence di temukan potret permasalahan yang disampaikan warga penghuni perumahan berkaitan beberapa persoalan yang menjadi permasalahan, diantaranya batas wakaf untuk pembangunan Mushola, dan adanya kapling akan dibangun unit untuk rumah subsidi," ungkap Kabid Tata Ruang, Ikral Ireda.

BACA JUGA: Kasi Trantib Bakal Layangkan Teguran ke Pengembang Perum Griya Cicurug lndah

Pihak pemerintah, kata Ikral, berkomitmen kepada aturan. Apabila terjadi pelanggaran maka akan ditindak.

"Secara keseluruhan nanti kita evaluasi siteplan yang sudah dikeluarkan termasuk kaitan dokumen, karena site plan berhubungan dengan lingkungan hidup, dokumen Amdal Lalin, banyak lah tidak hanya ini karena semuanya juga bermula di siteplan sendiri.

Langkah berikut setelah kalau ada penyimpangan pemanfaatan pembangunan fisik, pemerintah pasti akan kita tindak, biasanya teguran secara lisan pertama hingga ketiga, teguran tulisan satu hingga tiga dan terakhir pembongkaran," tukasnya.

 

Reporter : RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya dalam memutus penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona. Salah satunya, yakni larangan memarkirkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat di area...

SUKABUMIUPDATE.com - Epidemiolog Pandu Riono meragukan protokol Covid-19 di kantor yang dibuat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bakal dipatuhi. Dilansir dari tempo.co, ia berpatokan pada rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang tenaga kesehatan (nakes) Kota Sukabumi berinisial A, harus menelan pil pahit saat dirinya dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi di RSUD R Syamsudin...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemberlakuan absensi shareloc live diberlakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur di hari pertama masuk kerja, Selasa (26/5/2020). Shareloc live dikirim sejak pagi dan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya