Menu

07 Nov 2018, 15:01 WIB

Orang Tua Siswa Tuntut Pemulihan Psikologis kepada Pihak SDN I Pamuruyan Sukabumi

Pertemuan orang tua siswa dengan pihak SDN I Pamuruyan, PGRI, muspika dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/11/2018). | Sumber Foto:Saepul Ramdani

SUKABUMIUPDATE.com - Orang tua siswa meminta pihak SDN I Pamuruyan, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, bertanggung jawab atas tindakan kepsek yang menghukum siswa dengan cara dipaksa merokok.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan, orang tua siswa menuntut pihak sekolah mengklarifikasi kejadian ini ke media massa selama satu minggu. Kemudian membuat surat pernyataan permintaan maaf tertulis dan surat pernyataan islah antara pihak orang tua yang anaknya dihukum merokok dengan pihak sekolah. Selain itu pihak sekolah memberikan kebijakan untuk biaya pemulihan psikologi anak.

"Meminta pertanggungjawaban kerugian materil karena menyangkut pembinaan untuk ke Psikolog. Mudah-mudahan bisa islah," ujar AG (32 tahun) perwakilan orang tua siswa di sela pertemuan dengan pihak sekolah bersama muspika, PGRI, dan perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/11/2018).

Kasi kesiswaan SD Disdik Kabupaten Sukabumi, Maman Supratman menuturkan, Kepsek yang memberi hukuman merokok kepada siswanya sudah mengakui tindakanya. Maka dari itu Disdik berharap dengan musyawarah tersebut permasalahan tersebut bisa Islah.

"Sebetulnya yang menjadi permasalahan awal kepsek menghukum dengan memberi rokok, dan Ia (Kepsek) pun mengakuinya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Siswa SD Dihukum Merokok oleh Guru di Sukabumi, Menteri Yohana: Itu Bukan Guru Namanya

Maman mengatakan, sudah pasti ada sanksi yang akan diterima kepsek tersebut. Adapun sanksinya bisa berupa pembinaan atau rotasi jabatan dan hal itu tergantung Kadisdik.

"Tindak lanjut pembinaan siswa ataupun sekolahnya, nanti itu kebijakan pimpinan,” tukasnya.

Reporter : SAEPUL RAMDANI
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi telah menetapkan batas tarif tertinggi biaya rapid test antibodi yang dilakukan di fasilitas layanan kesehatan. Dilansir suara.com, Direktur Jenderal Pelayanan masyarakat Kemenkes Bambang...

SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi 2020, Ketua Umum Pejuang Adjo Sardjono (Pas-Unggul) Kabupaten Sukabumi, Yana Suryana, resmi mengukuhkan tim pemenangan Pas Unggul Dapil (Daerah...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid, akan melakukan investigasi secara menyeluruh terkait dengan adanya keracunan makanan secara massal di di Kampung Selaawi, Desa Pawenang, Kecamatan...

SUKABUMIUPDATE.com - Ada pemandangan berbeda di Terminal Pasirhayam, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Dimana sopir bus dan penumpang angkutan umum di Cianjur yang masuk terminal mendatangi sebuah tenda untuk menjalani...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya