Menu

26 Jul 2018, 16:11 WIB

Demi Sertifikat Tanah, Warga Desa Datarnangka Sukabumi Terpaksa Jual Ternak

Warga menunjukan surat pernyataan adanya pungutan biaya Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). | Sumber Foto:Demmi Pratama

SUKABUMIUPDATE.com - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tanpa biaya dipertanyakan warga Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.

Pasalnya, sejumlah uang tetap harus dikeluarkan warga untuk pembuatan sertifikat.

BACA JUGA: Korban Keracunan Tutut dari Dua Kecamatan di Sukabumi Jadi 102 Orang

Muhammad Abdul Hanan (32 tahun), warga kampung Cekdam RT 07/02, mengungkapkan, harus membayar Rp 1,5 juta untuk menebus sertifikat.

"Saya mengikuti program ini atas tanah garapan yang sudah saya tempati selama 10 tahun lebih, saat saya mau mengambil sertifikatnya saya di kenakan biaya Rp 1,5 juta padahal setahu saya program tersebut gratis," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Kamis (26/7/2018).

Senada dengan Jahid (35 tahun) warga Desa Datar Nangka Kecamatan Sagaranten. Menurut dia, warga mengeluh beban yang harus dikeluarkan untuk pembuatan sertifikat tanah mereka.

"Nominalnya variatif, kisaran 600 hingga Rp 1,5 juta. Setahu saya aturan pembuatan ini gratis dan masyarakat hanya dibebankan biaya materai saja," ungkapnya.

BACA JUGA: DPRD Kabupaten Sukabumi Minta Pemda Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunan Tutut

Karena sertifikat sangat dibutuhkan warga terpaksa jual ternak dan pinjam uang ke bank.

"Sebagian masyarakat bahkan terpaksa ada yang harus menjual ternak dan pinjam ke bank untuk melunasi sertifikat tersebut," pungkasnya.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Setengah dari populasi Indonesia diperkirakan akan terinfeksi virus corona di Indonesia jika tak kunjung diberlakukan lockdown. Dilansir dari suara.com, hingga Jumat (27/3/2020), tercatat ada 893 kasus virus corona...

SUKABUMIUPDATE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi merilis data lonjakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) per hari ini, Sabtu (28/3/2020). Tercatat ODP yang sehari sebelumnya berjumlah 202 orang,...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 Achmad Yurianto dianggap melontarkan kalimat kontroversial ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus corona di Indonesia. Dilansir dari suara.com, dalam pernyataan...

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (28/3/2020). Akibatnya, belasan rumah porak-poranda. Atap berterbangan dan pohon tumbang di Kampung Pasisangan RT 18/05 Desa Pondokkaso...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya