Menu

28 Sep 2020, 11:33 WIB

Melihat Jalur Evakuasi Tsunami Gempa Megathrust di Ujung Genteng Sukabumi

Icon pantai Ujung Genteng Sukabumi | Sumber Foto:ISTIMEWA

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini tengah mempercepat penyelesaian pembangunan jalur (jalan) evakuasi tsunami di Ujung Genteng Kecamatan Ciracap. Jalur ini dibangun sejak awal tahun 2020, sebagai langkah mitigasi ancaman potensi gempa megathrust dan potensi tsunami hingga 20 meter di selatan pulau jawa.

Jalur evakuasi yang juga dimanfaatkan sebagai jalan akses pertanian ini usulan awal dibangun sepanjang 3 kilometer. Menghubungkan kawasan pesisir pantai Ujung Genteng hingga ke Pasir Angin Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap yang berada di ketinggian kawasan perbukikan. 

BACA JUGA: Jalur Evakuasi Tsunami Ujung Genteng Sukabumi Dibangun Tahun Ini

"Saat ini sudah dibangun jalur evakuasi berupa jalan aspal sepanjang 1,5 kilometer, lebar 2,5 meter dari Kampung Waluran Simpang 6 Desa Pangumbahan sampai ke perkebunan Blok Pasirangin Desa Ujung genteng,” jelas Camat Ciracap Deden Sumpena kepada sukabumiupdate.com, Senin (28/9/2020) melalui pesan singkat.

“Memang masih belum tuntas sekitar 1,5 kilometer lagi. Ke depan akan kami dorong lagi kekurangannya. Selain jalur evakuasi dari ancaman tsunami jalur ini bisa digunakan untuk mendongkrat distibursi hasil pertanian,” sambung Deden.

Jalur evakuasi dari Kampung Simpang 6 Desa Pangumbahan ke perkebunan Blok Pasir Angin Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap 

BACA JUGA: Lihat Tanda Ini di Pantai Selatan Sukabumi, Pelajari dan Cermati

Camat  Ciracap berharap masyarakat di sepanjang pesiair tidak perlu panik dengan rilis para ahli sial potensi gempa megathrust yang bisa menimbulkan tsunami hingga 20 meter di pantai selatan jawa. "Sebuah kajian ilmiah yang memang harus kita waspadai, namun jangan sampai menimbulkan kepanikan," jelasnya.

Selain memastikan jalur evakuasi ini selesai tepat waktu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga terus memantai fasilitas dan sarana pendukung mitigasi bencana lainnya di pesisir pantai Selatan Sukabumi. “Selain rambu rambu evakuasi, deteksi tsunami dan deteksi gempa yang ada di Kecamatan Ciracap sudah dinormalkan kembali,” ungkap Deden.

 

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Hasil seleksi penerimaan CPNS 2019 akhirnya resmi diumumkan serentak pada, Jumat, 30 Oktober 2020. Dari kuota 254.173 orang yang dibuka sejak awal, tidak semuanya berhasil terisi. "Ada beberapa...

SUKABUMIUPDATE.com - Ayo selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan. Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan kedisiplinan mematuhi kombinasi protokol kesehatan bisa menurunkan risiko penularan Covid-19 bahkan sampai 99,99 persen. “Ternyata 3M sangat ampuh...

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki musim libur panjang dan cuti bersama pengujung Oktober 2020, anggota kepolisian lalu lintas Polres Sukabumi menyisir sejumlah objek wisata pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/10/2020). Dalam kesempatan...

SUKABUMIUPDATE.com - Memanaskan makanan sudah jadi kebiasaan bagi masyarakat perkotaan. Entah karena kesadaran untuk tidak membuang-buang makanan atau tidak memiliki waktu untuk memasak makanan segar.  Banyak yang mengatakan bahwa makanan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya