Light Dark

Distan Kabupaten Sukabumi Sebut Nyaris Seluruh Desa Kekurangan Alsintan

Pemerintahan | 04 Aug 2020, 19:15 WIB

Distan Kabupaten Sukabumi Sebut Nyaris Seluruh Desa Kekurangan Alsintan

Pemerintahan | 04 Aug 2020, 19:15 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, bersama anggota DPR RI, dr Slamet, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Amran Munawar Lutphi, dan Sekda saat menandatangi berita acara penyerahan bantuan Alsintan kepada 43 kelompok tani. | NANDI

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, menuturkan hampir di semua desa kekurangan alat mesin pertanian (Alsistan) berupa traktor. Padahal mesin itu dapat membantu dalam mempercepat olah tanah dan tanam padi sawah.

Hal itu disampaikan Sudrajat di sela-sela pembagian Alsintan berupa traktor kepada 43 kelompok tani Kabupaten Sukabumi, di Halaman Kantor Dinas Pertanian, Selasa (4/8/2020). 

BACA JUGA: Distan Kebut Olah Tanah dan tanam padi, Penuhi Kebutuhan di Sukabumi

Di sisi lain, lanjut Sudrajat, pihaknya harus melakukan gerakan percepatan tanam untuk mencapai sasaran tanaman padi tercapai.

"Di Sukabumi saat ini memiliki lahan sawah mencapai 56.783 hetare, tetapi sasaran tanam dalam satu tahun 164.626 hektar. Artinya tanah itu harus diolah dan ditanam tiga kali dalam dalam satu tahun," ujar Sudrajat, kepada sukabumiupdate.com, Selasa (4/8/2020).

Selain itu, kadar tanah pun bermacam-macam, ada yang memang cukup air terus menerus, ada pula yang memang tidak cukup air. "Sehingga sekali tanam selesai. Misalkan saat kemarau tidak bisa ditanami lagi," papar Sudrajat.

Untuk itu dengan adanya bantuan traktor tersebut tentunya diharapkan akan bisa mencapai target yang telah dicanangkan yakni mencapai 164.626 hektare dengan mengoptimalkan juga lahan kering.

BACA JUGA: Dukung GPOT Padi Sawah di Sukabumi, Kementan Beri Bantuan Alsintan

"Pengoptimalan lahan kering saat ini hampir 24 ribu hektare, karena tanah kering itu bisa juga ditanami. Kami ingin bersama-sama para petani juga berbagai pihak supaya bisa melakukan mengoptimalkan tanaman itu di lahan yang sudah ada, supaya bisa tiga kali panen. Ya minimal dua kali panen dalam setahun."

"Kita semua perlu bersyukur dari semua persoalan itu selalu ada jalan, setelah adanya bantuan traktor 43 unit ini bisa mengurangi persoalan-persoalan tadi. Sebelumnya ada dari Pemda APBD 2 dan APBN beberapa puluh traktor dibagikan kepada para petani," tandasnya.

Image

garis

Redaktur

Image

NANDI

Reporter