Light Dark

Tak Harus Lockdown, Kalau Pabrik Libur 14 Hari, Bupati Sukabumi: Enggeusan Kabeh

Pemerintahan | 16 Mar 2020, 11:02 WIB
Bupati Sukabumi Marwan Hamami | GARIS NURBOGARULLAH

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, terus melakukan upaya-upaya dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Ia juga menegaskan Kabupaten Sukabumi tidak perlu Lockdown.   

BACA JUGA: Cegah Virus Corona, Bupati Sukabumi: Jaga Wudhu


Advertisement

"Corona itu kan sifatnya KLB (Kejadian Luar Biasa) Nasional. Jadi kita mengikuti dulu aturan-aturan dan sebenarnya Sukabumi itu tidak perlu diliburkan anak sekolah. Tetapi yang ditakutkan itu percepatan penularan, karena jika ada satu saja menyebarkan cepat," ujar Marwan seusai menghadiri Musrenbang Kabupaten Sukabumi , di Hotel Pangrango, Senin (16/3/2020). 

Disinggung soal aktifitas pabrik di Sukabumi, menurut Marwan jika diliburkan maka akan berdampak luar biasa. "Kalau pabrik diberhentikan 14 hari enggeusan kabeh (selesai semua). Di Cina diberhentikan itu karena semua disubsidi oleh Negara sampai Rp. 20 trilun dollar untuk mengisolasi Wuhan dan Shanghai. Kalau di kita mau isolasi gimana? Tidak harus Lockdown," tegasnya.

BACA JUGA: Warga Sukabumi, Ini Hotline Pengaduan Virus Corona

Oleh karena itu, Marwan menegaskan pihak pabrik juga harus berupaya mengantisipasinya sehingga tidak ada penyebaran virus tersebut. "Bahkan di GSI itu serikat pekerjanya pernah melakukan isolasi manager-manager pabrik setelah pulang imlek," terangnya.


Advertisement

Menambahkan statement Bupati Sukabumi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dadang Budiman menegaskan keputusan libur tidaknya sektor industri padat karya akan menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. “Ini terkait investasi bahkan hubungan luar negeri, jadi untuk hal ini kami di daerah menunggu intruksi dari Kementerian Tenaga Kerja saja,” pungkasnya.

Image

garis

Image

garis

Redaktur

Image

Reporter