Menu

12 Jan 2020, 21:15 WIB

Tutup Masa Reses, Slamet Bahas Kartu Tani di Sagaranten Sukabumi

Menutup masa reses sidang pertama 2019/2020, anggota DPR RI Fraksi PKS drh Slamet, mengadakan pertemuan dengan para petani dan peternak di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Menutup masa reses sidang pertama 2019/2020, anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) drh Slamet, mengadakan pertemuan dengan para petani dan peternak di Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, para petani menyampaikan keluhannya terkait masalah kartu tani.

"Kartu tani merupakan masalah bagi sebagian besar petani, soalnya banyak petani desa kami yang belum memiliki KTP elektronik," kata salah seorang PPL, Unang, Sabtu (11/1/2020).

BACA JUGA: Reses, drh Slamet Lakukan Fogging di Cibadak Sukabumi

Unang mengungkapkan, pengurusan KTP elektronik merupakan masalah tersendiri bagi para petani di wilayahnya. Sebab, sambung Unang, para petani di kampungnya adalah warga yang berusia lanjut. Sehingga pihaknya berharap ada kebijakan khusus terhadap para petani.

"Hampir 70 persen petani di daerah saya tidak memiliki KTP elektronik. Kalau pemberlakuan kartu tani dimulai awal tahun ini, sama dengan ngajak perang kepada para petani. Yang memberatkan para petani juga yaitu ketika membuat kartu tani harus deposit uang. Hal itu menjadi masalah yang berat juga buat para petani," jelas Unang.

BACA JUGA: Reses di Perhutani KPH Sukabumi, Ini yang Dibahas drh Slamet

Selain itu, Unang menyebut, legalitas kelompok tani yang harus memiliki akta notaris dan disahkan oleh Menkumham pun menjadi masalah lain bagi para petani.

Sementara itu, para penggiat ternak ayam petelur dari Kelompok Tani Ternak Makmur Sejati, mengucapkan terima kasih kepada drh Slamet atas bantuan yang diberikannya. "Kami para peternak ayam petelur mengucapkan terima kasih atas bantuan DOC dari pak Slamet," tutur Ketua Kelompok Peternak Makmur Sejati, Oyong.

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar di Purabaya Sukabumi, drh Slamet: Pancasila Sudah Final

Para peternak menilai, langkah yang dilakukan Slamet sudah tepat. Pasalnya, lanjut Oyong, para peternak bukan hanya diberikan modal berupa DOC, tapi juga diberikan ilmu tentang beternak yang baik. "Sejauh ini Alhamdulillah berjalan baik dan tingkat mortalitas ternak masih normal," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, drh Slamet menyebut, berbagai keluhan petani yang disampaikan akan dibahas di forum yang lebih luas untuk dicari bagaimana solusi terbaiknya. 

BACA JUGA: drh Slamet Minta Menteri LHK Selesaikan Pekerjaan Rumah, Terutama Kebakaran Hutan

“Alhamdulillah hampir semua janji politik dari PKS pun  masuk dalam Prolegnas, seperti SIM gratis dan bebas pajak kendaraaan roda dua. Kami dari Fraksi PKS akan berjuang maksimal untuk mewujudkan semua janji politik saat kampanye. Tentu, semua temuan selama reses pun akan dikaji dan ditindaklanjuti secara serius bersama fraksi," tandasnya.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Sumardiansyah Perdana Kusuma, menyatakan ada beberapa kemungkinan penyederhanaan kurikulum. Pertama, menurut dia, ialah mengevaluasi kurikulum 2013 sehingga beban belajar siswa dan...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebagian besar orang sangat cemas dengan kencan pertama. Maka, orang akan berusaha tampil sebaik mungkin untuk meninggalkan kesan yang baik. Jika kencan pertama lancar, kemungkinan akan ada...

SUKABUMIUPDATE.com - CEO Tesla Elon Musk mengatakan bahwa versi uji dari sistem autopilot pada mobil listrik Tesla akan dirilis secepatnya. "Sebulan atau lebih," ucap Musk seperti dikutip Antara dari USA...

SUKABUMIUPDATE.com - Alat kontrasepsi berguna untuk mencegah atau mengatur jarak kehamilan, serta mencegah atau menyebarkan penyakit menular seksual. Ada banyak metode yang bisa dipilih, mulai dari hormonal seperti pil...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya