Menu

07 Nov 2019, 06:00 WIB

Jawab Banggar Soal Anggaran Lebih untuk Pilkada Sukabumi, Bawaslu: Jangan Jadi Hoaks

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Haryanto. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi mengaku siap jika harus bersama-sama membuka data anggaran Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari APBD Kabupaten Sukabumi.

Hal itu menyusul temuan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sukabumi, Andri Hidayana yang menyebut ada selisih Rp 7,7 miliar di alokasi hibah untuk Bawaslu dalam penyelenggaraan Pilkada 2020.

BACA JUGA: Anggaran Lebih di Pilkada Sukabumi? KPU: Ada Aturan Baru Honor PPK Hingga Satlinmas

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Haryanto menegaskan, pihaknya dalam menerima anggaran sudah sesuai NPHD, yakni sebesar Rp 31,3 miliar.

"Kami juga masih bingung, itu kesalahan penghitungannya dari mana, sumbernya dari mana, klarifikasinya bagaimana. Jangan sampai justru menjadi isu hoaks. Kan harus dibuktikan," kata Teguh saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Rabu (6/11/2019) malam melalui sambungan telepon.

BACA JUGA: Banggar DPRD Temukan Kelebihan Anggaran KPU dan Bawaslu Kabupaten Sukabumi Rp 13,8 M

Menjelang Pilkada, lanjut Teguh, tudingan soal anggaran menggelembung yang tanpa didasari data konkret akan menimbulkan kegaduhan.

"Kita ingin terbuka, akuntabel, transparan. Jadi, kalaupun mau dibuka ya silahkan. Bawaslu tidak pernah mengusulkan anggaran di luar komitmen NPHD dengan pemerintah daerah. Kalaupun demikian disangkakan oleh Banggar, kami tidak tahu-menahu. Kesalahannya dimana? Silahkan bahas dulu Banggar dengan TAPD. Tapi kalau mau tabayun, kami akan sangat terbuka," ujarnya.

BACA JUGA: Anggaran Pilkada Sukabumi 2020 Menyusut, Bawaslu: Bimtek Dikurangi

Teguh mempersilahkan jika Banggar, bahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) ingin membuka kembali anggaran NPHD Bawaslu Kabupaten Sukabumi.

"Usulan kami juga sudah menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Sebagai penyelenggara, kami dalam melaksanakan penggunaan anggaran negara, asasnya menggunakan asas keterbukaan. Kami sangat hati-hati. Ada laporan ke BPK RI. Kami juga minta dipantau bersama," tandasnya.

Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mempertimbangkan untuk memblokir aplikasi media sosial buatan Cina, termasuk TikTok. "Saya tidak ingin mendahului Presiden (Donald Trump), tapi ini sesuatu yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin dijadwalkan akan mengunjungi Kota Sukabumi pada Rabu (8/7/2020). Salah satu lokasi yang akan dikunjungi adalah SMA Negeri 4 Kota Sukabumi. Juru...

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak orang yang memperlakukan cokelat seperti sesuatu yang menakutkan. Ada yang bilang cokelat bikin gemuk, bikin gigi rusak, atau hanya menambah kalori kosong. Apa benar?  Dikutip dari Tempo.co,...

SUKABUMIUPDATE.com - Musim pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca atau suhu udara yang tidak menentu, seperti banyak angin dan hujan. Perubahan ini dinilai dapat meningkatkan potensi munculnya berbagai penyakit. Menguti Tempo.co,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya