Menu

16 Jul 2019, 06:30 WIB

Raperda KIP Disoal, Bupati Sukabumi: Pansus yang Bertanggungjawab

Bupati Sukabumi Marwan Hamami (tengah) saat diwawancarai usai menghadiri Rakorda KNPI Jawa Barat, di salah satu hotel kawasan Selabintana Kabupaten Sukabumi, Senin (15/7/2019) malam. | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyebut Raperda Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang kini menuai kontroversi bisa direvisi atau dikaji ulang. Meski demikian, Marwan menyebut pemerintah daerah berikut jajaran dinasnya bukan pembuat Perda, melainkan pihak yang menjalankan Perda tersebut.

BACA JUGA: Raperda KIP, Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Dorong Diskominfosan Jurnalis Bertemu

"Pembuatan Perda itu kan ada di Pansus DPRD. Nah ini seharusnya disini digodok sebelum jadi. Kalau sudah datang ke bupati, masa tidak ditandatangan oleh bupati? Misalnya begitu," ungkap Marwan usai menghadiri Rakorda KNPI Jawa Barat di salah satu hotel kawasan Selabintana, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Senin (16/7/2019) malam.

"Perda itu kan muncul apakah diajukan oleh pemerintah melalui dinas, atau hak inisiatif dewan. Nah, kalau soal yang ini saya belum tahu munculnya dari mana itu. Saya baru datang langsung ditanya-tanya ada apa," lanjut Marwan.

Lebih lanjut, Marwan menilai apabila Raperda tersebut nantinya bisa merusak hubungan secara kinerja pemerintah dengan awak media, maka tidak bisa dipaksakan untuk tetap menjadi produk hukum seperti Perda.

"Kalau memang harus dihapus, ya hapus saja. Tapi, harus dikonsultasikan dulu di Pansus. Karena Pansus yang bertanggungjawab untuk menyampaikan untuk penghapusan. Itu mah sudah harus dievaluasi," pungkas Marwan.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Disinfektan menjadi salah satu bahan kimia yang penting buat masyarakat saat wabah virus corona sebab kandungan alkohol dan klorinnya dipercaya bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada barang-barang...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau biasa dijuluki "Si Melon". Informasi yang dihimpun, kelangkaan terjadi sejak empat hari...

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pelaksanaan isolasi lokal di Kabupaten Cianjur, Senin (30/3/2020), Pemkab Cianjur baru menutup akses masuk dari luar kota melalui Jalur Puncak. Rombongan pemudik asal Jakarta pun dihentikan...

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan ibu-ibu di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menggeruduk kantor Desa Citarik, Senin (30/3/2020). Para ibu-ibu tersebut melakukan demontrasi ke kantor desa lantaran kesal masih ditagih oleh...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya