Menu

22 Peb 2020, 15:05 WIB

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pembacokan Pelajar MAN 1 Cibadak Sukabumi

Suasana di Mapolsek Parungkuda setelah diamankannya beberapa pelajar yang diduga terlibat pembacokan pelajar MAN 1 Cibadak, di Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi Jumat (21/2/2020). | Sumber Foto:Syahrul Himawan

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembacokan hingga merenggut nyawa pelajar kelas X MAN 1 Cibadak Raisad Laksana P warga Kampung Cipanggulaan RT 06/02, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jumat (21/2/2020). 

Kedua tersangka adalah Ik alias Nono (17 tahun) dan WA alias Deon (17 tahun). Dalam kasus ini, WA pelaku utama pembacokan dan Ik membawa motor untuk membantu pelaku utama. 

BACA JUGA: Kronologi Pembacokan Pelajar MAN 1 Cibadak Sukabumi

"Ada tujuh orang diamankan, dua sudah ditetapkan tersangka dan ditangani Satreskrim Polres Sukabumi. Sedang yang lima orang masih pendalaman, terlibat atau tidak oleh Polsek Parungkuda. Jadi yang lima ini  masih tahap lidik," ujar Kaur Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman. 

Kedua tersangka dan lima orang itu merupakan pelajar SMA. 

BACA JUGA: Pembacokan Pelajar MAN 1 Cibadak Sukabumi Terjadi Usai Tanding Futsal

Peristiwa berdarah itu terjadi saat korban bersama teman-temannya pulang dengan cara konvoy setelah menyaksikan pertandingan futsal di Al Kausar, Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda. Dalam pertandingan final itu, MAN 1 Cibadak menang melawan SMAN 1 Cicurug.

Ketika itu korban dibonceng temannnya, Azril dan ada juga pelajar MAN 1 Cibadak yang menyewa angkot. Setibanya di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, tepatnya Jalan Siliwangi, Kampung Cipanggulaan RT 003/001, Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, korban dan teman-temannya dihadang dan diserang sekelompok pelajar lain. 

BACA JUGA: Dibacok di Parungkuda, Pelajar MAN 1 Cibadak Sukabumi Tewas

Dalam situasi mencekam itu, motor yang ditumpangi korban mencoba mengindari kelompok pelajar tersebut namun ternyata  sebuah sepeda motor menghadang. Ada dua orang di motor tersebut dan salah satunya mengeluarkan celurit. 

Korban dan Azril kemudian mengindar dan mereka pun terjatuh dari sepeda motornya. Setelah itu Azril dan korban lari ke pos satpam PT Jafpa untuk menyelamatkan diri dan disana korban baru merasakan sakit pada bagian punggungnya. Saat dilihat punggungnya sudah berlumuran darah serta terdapat luka mengangga yang lebar. Oleh temannya, korban di bawa ke Klinik Bebita dan dirujuk ke Rumah Sakit Bhakti Medicare. Di rumah sakit korban mendapat penanganan medis tetapi kurang lebih 1 jam kemudian korban meninggal.

Reporter : NANDI
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pandemi global ketiga yang disebabkan oleh virus corona baru membuat sebagian besar orang di seluruh dunia cemas. Dilansir dari suara.com, kecemasan ini membuat masyarakat melakukan panic buying, yakni...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video singkat memperlihatkan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Hamami dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada melakukan video conference bersama jajaran...

SUKABUMIUPDATE.com - Merebaknya virus corona baru atau Covid-19 membuat masyarakat semakin memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Melansir dari tempo.co, anda bisa menggunakan air dan sabun sebagai senjata utama untuk...

SUKABUMIUPDATE.com - Status kegawatdaruratan Kota Sukabumi bakal meningkat setelah seorang warga terkonfirmasi positif Corona dari hasil swab. Hal ini diungkapkan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi pada konferensi pers di Kantor...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya