Menu

06 Peb 2020, 16:15 WIB

Polisi Temukan Puluhan Tambang Emas Liar di TNGHS Cisolok Sukabumi

Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra ikut serta dalam operasi penutupan tambang emas liar atau penambangan emas tanpa izin (Peti) di Kecamatan Cisolok yang masuk kawasan TNGHS. | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan personil gabungan yang terdiri dari Polres Sukabumi, TNI, Polhut Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Satpol PP Kabupaten Sukabumi serta dinas dan instansi terkait melakukan penutupan lubang tambang emas liar atau penambangan emas tanpa izin (Peti) di Kecamatan Cisolok yang masuk kawasan taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Penutupan tambang emas liar ini dipimpin langsung Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra. Dalam operasi penertiban ini, personil gabungan ini dibagi dalam 7 kelompok sesuai wilayah target operasi dan mereka dipimpin dua orang Perwira pengendali. Personil gabungan ini menyasar beberapa blok lokasi tambang.

BACA JUGA: Cegah Banjir Bandang dan Longsor, Polres Sukabumi Tertibkan Tambang Liar

"Sesuai dengan target operasi, ada 7 sasaran wilayah blok penambangan emas tanpa izin yaitu blok Cibangkol sebanyak 7 lubang, blok Cicadas sebanyak 11 lubang, blok Sikluk sebanyak 5 lubang, blok petey sebanyak 2 lubang, blok pangeboran sebanyak 11 lubang, blok Talun sebanyak 3 lubang dan blok Gunung Peti sebanyak 5 lubang," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra melalui Paur Humas Polres, Ipda Aah Saepul Rohman kepada sukabumiupdate.com, Kamis (6/2/2020).

Dijelaskan Aah, dalam melaksanakan tugasnya tim dilengkapu perlengkapan seperti cangkul, golok, linggis, garpu dan police line. Selain menutup lubang Peti, personil gabungan juga meruntuhkan tenda biru yang dibangun para gurandil atau penambang liar.

BACA JUGA: Polisi Segel Tambang Pasir Ilegal di Parakansalak Sukabumi

Tidak hanya itu, personil gabungan juga menyisir tempat pengolahan emas di wilayah Cibareno yang berbatasan langsung dengan wilayah kabupetan lebak, Provinsi Banten.

 "Tanpa mengenal lelah meski kondisi cuaca turun hujan, pak Kapolres Sukabumi berjibaku bersama anggota tim gabungan menutup lubang galian emas yang di tinggalkan oleh para gurandil," jelasnya.

BACA JUGA: Melihat Bahaya yang Mengintai dari Lubang Bekas Tambang Emas di Perkebunan Tugu Lengkong

Masih kata Aah, penutupan Peti itu dilakukan dalam rangka menyelematkan lingkungan. Dalam esempatan tersebut Kapolres berpesan kepada seluruh anggota untuk menjaga keselamatan diri masing-masing dan laksanakan operasi secara persuasif mengacu pada SOP yang telah ditentukan.

"Alhamdulillah operasi berjalan sukses dengan hasil melebihi target yang telah ditetapkan," pungkasnya.

Reporter : NANDI
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari tempo.co, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menerbitkan surat edaran agar pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah dengan status pembatasan sosial berskala...

SUKABUMIUPDATE.com - KNPI Kecamatan Surade, Komunitas Brutalla, Jampang Peduli (Jampe) dan para relawan di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi melaksanakan penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitizer serta masker.  Selama dua minggu dilaksanakan,...

SUKABUMIUPDATE.com - Selama pandemi virus corona, masyarakat diwajibkan untuk berdiam di rumah. Dilansir dari tempo.co, hal yang sama pun berlaku bagi pasangan suami istri. Sayangnya, kebersamaan yang ditambah dengan...

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar memutuskan, pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) untuk SMA sederajat di rumah masing-masing kembali diperpanjang hingga 27 April 2020 mendatang.  Perpanjangan PBM ini merupakan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya