Menu

12 Des 2019, 21:27 WIB

Ada yang Dibawah Umur, Para Perempuan Muda Pelayan Warung di Ujung Genteng Sukabumi

Para perempuan muda yang bekerja jadi pelayan tamu di warung-warung wisata di Ujung Genteng Sukabumi yang didata pol pp, Kamis (12/12/2019) | Sumber Foto:ISTIMEWA

SUKABUMIUPDATE.com – Tiga dari 21 perempuan yang menjadi pelayan belasan warung wisata di Kawasan Ujung Genteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi masih dibawah umur. Mereka belum lama datang dari berbagai wilayah di Sukabumi dan Cianjur, berharap rezeki dari musim libur panjang natal dan tahun baru yang akan datang.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Ciracap, Tuba usai mendata 21 perempuan yang bekerja di 14 warung wisata di kawasan Ujung Genteng, Kamis (12/12/2019). Pemerintah melakuka pendataan (operasi yustisi) atas laporan yang curiga dengan keberadaan perempuan muda yang datang dan bekerja di lokasi ini sebagai pelayan tamu warung-warung wisata.

“Dari pendataan yang kita lakukan, tiga diantaranya masih dibawah umur. Ada yang kelahiran 2002, 2003 dan 2004. Kisa sarankan kepada mereka untuk pulang, begitupula dengan pemilik warungnya kita himbau untuk tidak memperkerjakan anak dibawah umur apapun alasannya,” jelas Tuba.

Ia menambahkan bahwa perempuan muda dibawah umur ini rata-rata putus sekolah, atau tidak tamat SMA atau setingkatnya. “Saya tidak bisa menyebutkan identitas dan alamatnya, karena masih dibawah umur,” sambung Tuba.

Perempuan para pelayan warung wisata ini, selama bekerja tinggal dikontrakan atau kos-kosan yang lokasinya tidak jauh. Kos-kosan inilah yang dilaporkan warga karena khawatir menjadi tempat protisusi terselubung.

BACA JUGA: Didata Satpol PP: Ada 21 Perempuan Muda Pelayan Warung Wisata di Ujung Genteng Sukabumi

“Kita sudah memberikan himbauan dan kami sarankan kepada mereka untuk tidak berbuat hal-hal yang melanggar aturan agara dan norma masyarakat. Saya sudah laporkan ke kecamatan, langkah selanjutnya menunggu kordinasi dengan dinas dan pihak terkait. Kita data dulu sekarang agar mudah diawasi,” pungkasnya.

Warung-warung yang memperkerjakan para perempuan ini juga diminta tidak menyediakan minimal beralkohol yang dilarang di Kabupaten Sukabumi.

 

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat (Jabar), mendorong Pemerintah Provinsi Jabar meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), yang saat ini berada diperingkat terakhir se-Indonesia. BACA JUGA: Banjir dan Longsor Melanda,...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 tahun 2020 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi...

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi memastikan tak ada tanda-tanda luka pada jasad bayi laki-laki terbungkus kresek yang ditemukan di pinggir jalan di Kampung Belentuk, Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis...

SUKABUMIUPDATE.com - Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat bekerja sama dengan warga Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, menangkap satu dari tiga ekor surili yang berkeliaran...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya