Menu

28 Mei 2019, 14:43 WIB

Ryan, Korban Penembakan di Cibadak Kebingungan Soal Biaya Pengangkatan Proyektil

Ryan Rasyidi, salah satu korban penembakan di sebuah toko pakaian di Jalan Suryakencana, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami luka di punggung. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Korban penembakan di Jalan Suryakencana, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Ryan Rasyidi (21 tahun) kebingungan soal biaya untuk pengangkatan proyektil peluru di RSHS Bandung.

Ryan warga Kampung Pamatutan RT 18/07, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, tertembak di bagian punggung saat berada di toko pakaian Key Shop pada Sabtu (25/5/2019) petang lalu. Selain Ryan, Sarip Hidayatullah seorang pegawai toko pakaian Queen juga tertembak dibagian leher.

BACA JUGA: Korban Penembakan di Toko Pakaian Cibadak Sukabumi Dirujuk ke RSHS Bandung

Kepala Desa (Kades) Bojonggenteng Dedi Sudirman mengatakan, sebelum dirujuk ke RSHS Bandung, pihak RSUD Sekarwangi menjelaskan kepada pihak keluarga korban bahwa pengangkatan proyektil bisa diklaim BPJS Ketenagakerjaan. Namun saat di RSHS, BPJS ketenagakerjaan milik Ryan tak dapat digunakan karena berbagai hal.

"Dari pihak RSHS menyatakan tidak mungkin di area kerja ada yang bawa senapan angin dan kejadian diluar kerja," ujar Dedi kepada sukabumiupdate.com, Selasa (28/5/2019).

BACA JUGA: Pasca Penembakan, Aktivitas Pertokoan di Jalan Suryakencana Cibadak Normal Seperti Biasa

Dedi mengungkapkan, karena tidak bisa diklaim maka pihak keluarga mengambil layanan umum. Sehingga biaya seluruhnya ditanggung secara mandiri oleh pihak korban. Biaya pengangkatan proyektil pun tak dapat ditanggung oleh KIS sebab bukan penyakit.

"Untuk meringankan pembiayaan, Pemdes Bojonggenteng akan berupaya menggalang dana dari masyarakat lalu meminta tolong kepada pihak Baznas, Dinkes, Dinsos dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi," ujar Dedi.

Menurut Dedi, kabar terbaru yang dia dapat, Ryan sudah masuk poli dan di rontgen. "Hari Senin itu sudah masuk poli dan dirontgen. Untuk sekarang saya belum mendapatkan informasi lagi terkait perkembangan warga saya di RSHS Bandung," kata Dedi.

Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

Oleh: Farid Gaban Tidak keliru jika Bung Hatta, yang belajar koperasi dari Skandinavia, menyebut koperasi bisa menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Di masa pandemi seperti sekarang, koperasi justru kian penting,...

SUKABUMIUPDATE.com - Tiga orang mengalami luka pada kecelakaan yang terjadi di ruas Jalan Veteran, Kampung Sinagar, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Minggu (12/7/2020). Berdasarkan informasi, kecelakaan itu berawal saat...

Oleh: Farid Gaban Sekitar separo koperasi dalam daftar The Global 300 berdiri sebelum 1940, sekitar 13 persen berdiri pada 1900-an, dan sekitar 10 persen telah berumur 100 tahun lebih. Lebih dari...

Oleh: Farid Gaban Untuk Indonesia, persepsi buruk tentang koperasi mungkin benar sahih. Namun, di tingkat global, koperasi memiliki peran ekonomi-sosial yang sangat penting. Termasuk di negeri-negeri yang kita kenal sebagai...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya