Menu

22 Jan 2019, 22:18 WIB

Ratusan Buruh Kembali Bermalam di Pabrik, Tunggu Bupati Sukabumi

Ratusan buruh kembali memilih bermalam di pabrik PT Sentosa Utama Garmindo di Kampung Caringin karet RT 03/04, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Selasa(22/1/2019). | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto

SUKABUMIUPDATE.com - Belum ada kepastian jawaban atas tuntutan dibayarkannya upah, ratusan buruh garmen PT Sentosa Utama Garmindo di Kampung Caringinkaret RT 03/04, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kembali bertahan dan menginap di pabrik, hingga mendapatkan perhatian dari Bupati Sukabumi.

"Malam ini kita masih terus standby di sini, masih dalam rangka membela hak buruh, hingga Bupati Sukabumi melihat kesini," ujar Ketua DPC GSBI, Dadeng Nazaruddin kepada sukabumiupdate.com, Selasa (22/1/2019) malam.

Kedatangan perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, pada sore hari pun, kata Dadeng hingga kini belum menemukan titik temu. Pada akhirnya buruh memilih bertahan di pabrik.

"Kehadiran dari Disnakertrans sepertinya tidak membuahkan hasil. Pertama berkaitan dengan gaji pihak perusahaan tidak memberikan jaminan besok upah dibayarkan atau tidak. Saya pikir ini perusahaan ga punya uang, tetapi order ada," ketusnya.

Bahkan, kata Dadeng sempat menceritakan ke perwakilan dinas, bahwa menyangkut persoalan yang ada, yakni persoalan gaji ini akibat dari beberapa persoalan yang terjadi di perusahaan.

"Silahkan Disanakertrans dalam kapasitasnya intervensi dari berbagai persoalan yang ada, diantaranya perselisihan peralihan manajemen. Itu soal proses peralihan, dengan pemilik gedung, dengan buyer, nah kita dari buruh gak bisa intervensi itu," tegasnya.

BACA JUGA: Upah Tak Dibayar, Buruh Cicurug Bertahan dan Menginap di Pabrik

Ia berharap pemerintah sesuai porsi-porsinya bisa intervensi, agar persoalan gajih buruh dapat segera dibayarkan.

"Kalau memang dinas dan camat tidak memiliki kewenangan atau kapasitas, ya naikan masalah ini menjadi persoalan bupati. Masa seorang bupati tidak bisa memanggil para pihak terkait, kumpulkan dan panggil," pungkasnya.

Reporter : RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi mengukuhkan koalisi dengan PDIP di Pilkada Kabupaten Sukabumi. Secara simbolis koalisi Mega Bintang dikukuhkan dalam Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) PPP Kabupaten Sukabumi...

SUKABUMIUPDATE.com - Anak buah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninggal dunia. Jenazah akan dimakamkan dengan standar penanganan virus corona. Dilansir dari suara.com, anak buah Ridwan Kamil yang meninggal adalah Kepala...

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) drh Slamet mengatakan, ketika Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dijadikan salah satu indikator...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, membeberkan alasan pembangunan gedung pusat perkantoran, yang saat ini tengah dibangun di sekitar Lapang Cangehgar, Desa...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya