Menu

22 Jan 2019, 06:00 WIB

Diduga Selewengkan Anggaran, Kades Cidadap Sukabumi Dilaporkan ke Kejari

Kantor Desa Cidadap Kecamatan Cidadap Sukabumi. | Sumber Foto:Demmy Pratama

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi unjuk rasa warga Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu 16 Januari 2019 di kantor Desa Cidadap berbuntut panjang. Pasalnya mereka tidak puas dengan jawaban Kades Cidadap, Asep Mulyadi saat audiensi yang dilakukan di kantor desa.

Tidak cakup sampai disitu, warga meluapkan ketidakpuasan dan kekesalan dengan pembangunan desanya yang dinilai tidak merata tersebut, dengan melaporkan Kades Ciracap ke Kejaksaan Negeri, Kabupaten Sukabumi. Isi pelaporan mereka adalah dugaan penyelewengan keuangan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa.

"Warga mengindikasi adanya penyelewengan keuangan mulai dari 2016 hingga 2018, makanya melaporkan Kades beserta perangkatnya dan anggota BPD," ujar salah seorang perwakilan warga Desa Cidadap, Nurfajar (19 tahun) kepada sukabumiupdate.com, Senin (21/1/2019).

Menurutnya, delik aduan warga diantaranya pembangunan rabat beton jalan setapak di Kampung Ciwaru RT 03/03 dengan panjang 200 meter dan lebar 1,5 meter dengan anggaran Rp 22 juta, namun realisasinya hanya Rp 6 juta di 2016 lalu.

"Banyak sekali temuan kami, diantaranya juga rabat beton jalan setapak Kampung Cipanas RT 07/04 dengan panjang 500 meter dan lebar 1,2 meter dengan anggaran sebesar Rp 53 juta, tapi nyatanya terealisasi hanya Rp 7 juta," paparnya.

Selain itu, dugaan penyelewengan dana pembuatan jembatan Bihbul sungai Ciwalahar Dusun IV pun menjadi temuan warga. Jembatan yang memiliki panjang 6 meter, dengan lebar 3 meter, dan tinggi 4 meter ini memiliki anggaran sebesar Rp 109 juta, namun realisasinya hanyalah Rp 40 juta.

"Ini adalah aksi lanjutan kami setelah proses audiensi minggu lalu, kami menemukan banyak sekali kejanggalan makanya kami melaporkan beberapa poin sebagai temuan," jelasnya.

BACA JUGA: Audiensi, Warga Cecar Kades Cidadap Sukabumi

Pernyataan Fajar juga diamini Yana (24 tahun) perwakilan warga lainnya. Ia meminta agar kejaksaan dapat memeriksa dan mengecek ke lapangan meskipun dalam laporannya menyertakan data anggaran dan foto-foto.

“Kami sangat berharap agar laporan atau aduan ini dapat segera ditindaklanjuti, demi terjadinya perubahan yang lebih baik di desa kami,” tegas Yana.

Sementara itu, Jaksa fungsional di Seksi Intelejen Kejari Kabupaten Sukabumi, Aji Sukartaji membenarkan adanya laporan warga Desa Cidadap tersebut. "Iya berkas laporannya sudah ada. Nanti kita pelajari dulu,” pungkasnya.

Reporter : DEMMY PRATAMA
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kebijakan social distancing serta physical distancing yang diterapkan di berbagai negara telah membuat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Dilansir dari suara.com, meski ada yang mulai...

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana tanah longsor menerjang Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/4/2020) malam. Akibat kejadian ini sebuah rumah di Kampung Sundawenang RT 25/11, Desa Sundangwenang, rusak setelah tertimpa...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyebaran Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, sulit dihindari saat ini. Melansir dari tempo.co, itu sebabnya Anda disarankan untuk tetap berada di rumah melakukan social...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Media Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi Wahyu Handriana mengatakan, saat ini berlaku aturan baru untuk menggunakan masker bagi masyarakat umum. Hal itu...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya