Menu

13 Apr 2018, 08:32 WIB

Detik-detik Menegangkan Penganiayaan Ojek Online di Cibadak Sukabumi

Pemeriksaan saksi-saksi penganiayaan ojek online dilakukan hingga malam hari. | Sumber Foto:Saepul Ramdani

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus penganiayaan ojek online disertai perusakan sepeda motor di Lapang Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi sedang ditangani polisi. Usep (25 tahun), salah satu korban penganiayaan membeberkan detik-detik menegangkan saat peristiwa itu berlangsung.

"Saat itu kebetulan saya lagi nongkrong di depan RSUD Sekarwangi, nunggu penumpang. Tahu-tahu langsung datang banyak orang, dan terjadi penganiayaan," ujar Usep saat ditemui sukabumiupdate.com di Mapolsek Cibadak, Kamis malam (13/4/2018).

BACA JUGA: Motor Dirusak, Ojek Online Dianiaya Massa di Cibadak Sukabumi

Usep baru saja mendapatkan order penumpang saat mengaktifkan aplikasi ojek onlinenya. Ia sempat menelpon pemesan, yang memintanya untuk menunggu.

"Tak berselang lama, datang lebih dari 10 orang memukuli saya, merusak motor dan juga handphone saya," tutur Usep.

"Tas saya juga sempat diambil, sampai handphone saya pun nggak tahu kemana. Saya berharap kepolisian menuntaskan kasus ini," tutur pria yang juga bekerja sebagai guru honorer ini.

Disamping ada massa yang memukulinya, ada pula warga dibantu anggota polisi yang membantu menyelamatkan Usep. Ia terkena beberapa kali pukulan di bagian badan dan wajah, beruntung tak sampai terluka parah.

Usep mengaku tidak tahu ada kesepakatan antara ojek online dan pengojek pangkalan. Ia tak mendapatkan informasi adanya pembatasan akses bagi ojek online di wilayah Cibadak.

BACA JUGA: Mediasi, Ojek Pangkalan Blokir Jalan Lingkar Selatan Sukabumi

"Saya kan tidak ikut komunitas, jadi nggak tahu. Pas tadi ada pesanan saya langsung jemput," tutur Usep.

Sekadar diketahui, sejumlah saksi menjalani pemeriksaan di Mapolsek Cibadak hingga malam hari. Namun, hingga berita ini disusun, pihak Polsek Cibadak belum bisa dikonfirmasi. Selain motor milik Usep, satu unit kendaraan lain jenis Honda Vario B 3042 SRG juga jadi sasaran amukan massa.

Reporter : SAEPUL RAMDANI
Redaktur : MULVI MN
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Tidak semua pasien positif virus corona harus tinggal di rumah sakit. Dilansir dari tempo.co, mereka yang tidak memiliki gejala dan layaknya orang sehat bisa melakukan isolasi mandiri...

SUKABUMIUPDATE.com - Setengah dari populasi Indonesia diperkirakan akan terinfeksi virus corona di Indonesia jika tak kunjung diberlakukan lockdown. Dilansir dari suara.com, hingga Jumat (27/3/2020), tercatat ada 893 kasus virus corona...

SUKABUMIUPDATE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi merilis data lonjakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) per hari ini, Sabtu (28/3/2020). Tercatat ODP yang sehari sebelumnya berjumlah 202 orang,...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 Achmad Yurianto dianggap melontarkan kalimat kontroversial ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus corona di Indonesia. Dilansir dari suara.com, dalam pernyataan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya