Menu

03 Jun 2020, 16:17 WIB

Harga Ikan Laut Naik di TPI Palabuhanratu Sukabumi, Cek Harganya

Ikan laut hasil tangkapan nelayan di TPI Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/6/2020). | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki pekan pertama bulan Juni 2020 ditengah Pandemi corona atau Covid 19, harga beberapa jenis ikan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi melonjak.

BACA JUGA: Nelayan Palabuhanratu Panen Tongkol di Tengah Gelombang Tinggi

Salah satu pedagang ikan TPI Palabuhanrau, Cecep (42 tahun) mengatakan, kenaikan harga ikan sudah terjadi sejak dua hari akibat pasokan ikan tersendat, sementara permintaan meningkat. Namun begitu sejauh ini untuk ketersediaan ikan laut masih aman. "Kenaikannya tidak signifikan, rata rata naik Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per kilogram," ungkap Cecep.

Ia menjelaskan, harga Ikan Layur dari Rp 65.000 naik jadi Rp 75.000 per kilogram, Cumi-cumi dari Rp 25.000 naik jadi Rp 30.000 per kilogram, Tongkol dari Rp 15.000 jadi Rp 20.000 per kilogram, Eteman dari Rp 25.000 naik jadi Rp 30.000 per kilogram.

Pedagang sedang menjajakkan ikan laut hasil tangkapan nelayan di TPI Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/6/2020). | Sumber Foto: Nandi

"Alhamdulillah dalam dua hari terakhir banyak pembeli meski tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya setelah perayaan Idul Fitri. Kalau dulu sampai dua minggu itu banyak pembeli," jelasnya.

Sementara itu pedagang ikan lainnya, Ade Supriatna (41 tahun) menambahkan, untuk harga ikan lain nya masih normal. Seperti Udang masih di kisaran Rp 150.000 per kilogram, Tuna Rp 35.000 per kilogram, ikan kakap Rp 60.000 per kilogram, serta Lobster Gajah Rp 200.00 per kilogram.

BACA JUGA: Satu Hari, Nelayan Palabuhanratu Bisa Panen Ikan Lisong 50 Ton

"Untuk nelayan saat ini sudah mulai beraktifitas turun melaut seperti biasa, setelah beberapa waktu lalu hanya sebagian nelayan yang turun. Mudah-mudahan virus Corona ini segera berakhir agar aktifitas warga kembali normal," tambahnya.

"Rata-rata pembeli dalam tiga hari terakhir ini pengunjung dari luar Palabuhanratu yang berlibur, ada juga warga lokal yang biasa namun tidak banyak seperti biasanya sebelum wabah corona merebak," pungkas Ade.

Reporter : NANDI
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Komunitas Zero Waste Indonesia (ZWID) mengajak tidak membeli baju baru selama tiga bulan  mulai 15 Juli higga 15 Oktober 2020. Gerakan ini merupakan implementasi slow fashion untuk...

SUKABUMIUPDATE.com - Google telah membagikan detail tentang rencana fitur yang akan datang untuk aplikasi panggilan videonya, Google Meet. Dikutip dari Suara.com, peningkatan ini untuk menggoda pengguna beralih dari opsi...

SUKABUMIUPDATE.com - Kota Tsuwano di Prefektur Shimane, Jepang, terkenal dengan saluran airnya yang jernih. Ikan-ikan koi berenang dengan elok di selokan yang jernih itu. Nah, bila ingin pemandangan serupa...

SUKABUMIUPDATE.com - Mata cekung bisa membuat penampilan Anda terlihat lesu dan tak segar sehingga kurang percaya diri. Selain cekungan di bawah mata, kondisi ini juga ditandai dengan bayangan gelap...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya