Light Dark

Pabrik di Sukabumi Siap Liburkan Buruh, Ini Syaratnya!

Bisnis | 17 Mar 2020, 00:30 WIB
Pemeriksaan Thermal Scan di lingkungan pabrik PT Muara Tunggal Cibadak, Kabupaten Sukabumi. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sukabumi, Sudarno Rais tak ingin banyak berkomentar ihwal opsi penghentian produksi sementara menyusul merebaknya virus Corona (COVID-19).

Pria yang juga menjabat sebagai General Manager (GM) PT Muara Tunggal tersebut lebih memilih untuk mengikuti instruksi dan arahan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan pemerintah daerah melalui dinas atau instansi terkait.


Advertisement

BACA JUGA: Corona, Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Sarankan Buruh Pabrik Diliburkan

"Kami tidak mau berandai-andai. Kami akan merespon dan mematuhi kebijakan formal pemerintah yang berpedoman pada regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut soal Apindo, yang berhak memberikan statemen itu dari pusat," ujar Darno saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Senin (16/3/2020).

Sampai saat ini, Darno baru menerapkan prosedur standarisasi pencegahan penyebaran COVID-19 seperti yang dilakukan di pabriknya, yakni PT Muara Tunggal dengan jumlah karyawan kurang lebih 3.400 orang. Prosedur tersebut juga sudah sesuai dengan instruksi dan arahan dari Apindo pusat maupun pemerintah.

"Yang dilakukan, pertama kita melakukan kontrol kepada karyawan dan tamu yang masuk ke area Pabrik menggunakan Thermal Scanner atau Thermal Laser. Kemudian kita menyediakan masker dan mewajibkan karyawan menggunakan masker selama di dalam area pabrik," lanjutnya.


Advertisement

BACA JUGA: Tak Harus Lockdown, Kalau Pabrik Libur 14 Hari, Bupati Sukabumi: Enggeusan Kabeh

"Kita juga menyediakan sabun cuci tangan di tempat-tempat seperti kantin, tempat wudhu, wastafel, toilet dan tempat lainnya supaya mereka rutin mencuci tangan. Khusus untuk tamu ada yang namanya hand sanitizer. Kemudian juga kita mewajibkan karyawan menciptakan K3 di lingkungan pabrik," katanya lagi.

Sejauh ini Darno melihat situasi masih stabil. Faktanya, kata Darno, kondisi karyawan di Pabrik masih cenderung kondusif dan berjalan normal. Apalagi, ia mengaku sering berbagi informasi dengan beberapa pimpinan Pabrik lainnya di Sukabumi.

"Kami dari perusahaan intinya berupaya semaksimal mungkin dalam upaya pencegahan. Lebih lanjut apabila kondisi secara umum nasional atau daerah, pemerintah menetapkan satu kebijakan yang berbeda, tentunya kami pengusaha akan ikut," tandasnya.

Image

Herlan Heryadie

Image

Herlan Heryadie

Redaktur

Image

Reporter