Menu

10 Peb 2020, 18:45 WIB

Pilih Bank Emok, Warga Bojonggenteng Sukabumi Tunggak Iuran SPP Hingga Rp 1,8 Miliar

Kegiatan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban UPK, di aula Desa Bojonggaling, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/2/2020). | Sumber Foto:Syahrul Himawan

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Bojonggenteng, Asep Saepulloh mengatakan, permasalahan terkait bank emok yang terjadi di Bojonggenteng beberapa waktu lalu, memicu timbulnya pertanyaan-pertanyaan dimana keberadaan UPK saat ini. 

Menurut dia, Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) Bojonggenteng, sudah lama menyetop dana bantuan bergulir berupa Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) untuk masyarakat di Gang Anamba, Kampung Bojonggenteng RT 06/02, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng karena menunggak iuran SPP sehingga tidak diberikan lagi pinjaman.

BACA JUGA: Camat Kesulitan Deteksi Keluar Masuk Bank Emok di Bojonggenteng Sukabumi

Tapi ternyata, warga itu pindah memilih bank emok. Salah satu contoh yang bermasalah itu, masyarakat di wilayah Gang Anaba yang sempat mediasi bermasalah dengan Koperasi Simpan Pinjam, Dian Mandiri.

"Daerah Gang Anaba itu sudah blacklist di UPK," jelas Asep usai kegiatan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban UPK, yang agendanya melaporkan kegiatan SPP tahun anggaran 2019 per 1 Januari sampai 31 Desember 2019, di aula Desa Bojonggaling, Senin (10/2/2020).

BACA JUGA: Hutang Rp 400 ribu, Rumah Warga Bojonggenteng Sukabumi Disegel Bank Emok

Menurut Asep, UPK yang hadir sejak tahun 2009 memiliki persyaratan yang cukup ketat ketika warga ingin menjadi pengguna program di UPK seperti pengajuan proposal kemudian ada langkah verifikasi oleh tim dan pembinaan kelompok.

Asep menjelaskan sampai saat ini jumlah tunggakan dana UPK untuk program SPP yang berada di masyarakat mencapai Rp 1,8 Miliar.

"Kita akan meningkatkan terlebih dulu kinerja kita untuk menarik uang yang berada di masyarakat dan digulirkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan," tandasnya.

Reporter : SYAHRUL HIMAWAN
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak informasi beredar menyatakan bahwa virus penyebab COVID-19 sengaja dibuat atau produk rekayasa laboratorium. Dilansir dari tempo.co, hasil studi yang hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine...

SUKABUMIUPDATE.com - Disinfektan menjadi salah satu bahan kimia yang penting buat masyarakat saat wabah virus corona sebab kandungan alkohol dan klorinnya dipercaya bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada barang-barang...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau biasa dijuluki "Si Melon". Informasi yang dihimpun, kelangkaan terjadi sejak empat hari...

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pelaksanaan isolasi lokal di Kabupaten Cianjur, Senin (30/3/2020), Pemkab Cianjur baru menutup akses masuk dari luar kota melalui Jalur Puncak. Rombongan pemudik asal Jakarta pun dihentikan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya